Ambon,Wartamaluku.com – SMP Negeri 19 Ambon menggelar Rapat Kerja (Raker) OSIS dan Latihan Kepemimpinan Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggandeng tim psikologi Polda Maluku untuk memberikan materi penguatan karakter, integritas, dan kepemimpinan bagi para siswa.
Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 19 Ambon, Sabtu (19/9/2026), tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menyiapkan pemimpin muda yang mampu menjadi teladan serta membawa pengaruh positif bagi lingkungan sekolah, khususnya di tengah tantangan era digitalisasi.
Kepala SMP Negeri 19 Ambon, Novy Gaspersz, S.Pd, kepada wartawan di sela-sela kegiatan mengatakan, pelaksanaan Raker dan pemilihan pengurus OSIS tahun ini memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, baik dari mekanisme pemilihan maupun materi latihan kepemimpinan yang diberikan.
Menurut Novy, pemilihan pengurus OSIS tahun ini dilakukan secara online dengan memanfaatkan fasilitas komputer sekolah. Setiap siswa diberikan token dan password untuk mengakses akun pemilihan, kemudian menentukan pilihan dari tiga pasangan calon yang telah memaparkan visi dan misi mereka.
“Anak-anak diberikan token dan password, lalu masuk ke ruangan komputer seperti mengikuti tes. Setelah membuka akun, akan muncul tiga pasangan calon yang bisa mereka pilih. Sebelumnya, masing-masing pasangan calon diberikan kesempatan untuk melakukan presentasi,” jelas Novy.
Dikatakan, melalui sistem tersebut, siswa diberikan kesempatan untuk menentukan pasangan calon yang dinilai memiliki loyalitas, kemampuan, dan kesiapan memimpin OSIS selama satu tahun ke depan.
Selain menghadirkan inovasi dalam sistem pemilihan, pihak sekolah juga memberikan perhatian khusus terhadap penguatan karakter siswa, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial yang semakin masif.
Novy menilai, perkembangan era digital membawa tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Penggunaan media so sosial yang cenderung berorientasi pada hal-hal yang menarik bagi siswa perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai psikologis, sosial, serta tata krama yang berlaku di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Karena itu, keterlibatan tim psikologi Polda Maluku dalam kegiatan tersebut dinilai penting untuk memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai karakter, kepribadian, dan tanggung jawab sebagai seorang pemimpin.
Ia juga menjelaskan, SMP Negeri 19 Ambon telah menjalin hubungan dengan Polda Maluku, khususnya dalam pemanfaatan gedung dan fasilitas komputer sekolah untuk pelaksanaan sistem test Cat psikologi calon anggota Polri, baik Bintara maupun Tamtama.
Bahkan, dalam kesempatan tertentu, tim psikologi Polda Maluku juga telah melakukan pengujian psikologis terhadap siswa di sekolah.
Pengalaman kerja sama itu kemudian menjadi salah satu dasar bagi pihak sekolah.
untuk mendorong keterlibatan tim psikologi dalam pembinaan karakter pengurus OSIS.
“Pengurus OSIS ini merupakan pionir dan garda terdepan dalam memengaruhi teman-temannya. Karena itu, mereka harus lebih dahulu dikuatkan dari sisi karakter agar mampu menjadi contoh bagi siswa lainnya,” ungkapnya.
Novy menambahkan, materi latihan kepemimpinan dirancang agar para pengurus OSIS benar-benar memahami peran dan tanggung jawab mereka sebagai pemimpin. Dengan demikian, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi bekal ketika mereka menjalankan tugas maupun saat estafet kepengurusan OSIS berganti.
Lebih lanjut, Novy mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan kepada perwakilan bagian psikologi Polda Maluku, khusus Karo SDM, agar kerja sama yang selama ini terjalin dapat ditingkatkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.
Melalui kerja sama tersebut, sekolah berharap Polda Maluku tidak hanya berkontribusi dalam pemanfaatan fasilitas, tetapi juga memberikan dukungan tenaga ahli dan pendampingan psikologis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, penguatan psikologis tidak hanya menyasar siswa, khususnya pengurus OSIS, tetapi juga para guru karena kondisi psikologis turut memengaruhi pembentukan karakter dan perilaku seseorang.
Novy menegaskan, target utama kegiatan Raker OSIS dan Latihan Kepemimpinan ini adalah melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang memiliki integritas diri, disiplin, serta kemampuan memengaruhi teman-temannya melalui keteladanan.
Ia menekankan keberhasilan pengurus OSIS tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyusun berbagai program kerja dalam rapat, tetapi juga dari kesanggupan merealisasikan program tersebut dan memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
“Jadi, tidak hanya rapat dan membuat banyak program, tetapi implementasinya juga harus nyata. Mereka harus punya integritas diri dan mampu memengaruhi teman-temannya dengan memberikan contoh terlebih dahulu,” tegasnya.
Novy berharap, melalui kegiatan tersebut, para pengurus OSIS SMP Negeri 19 Ambon mampu menjalankan perannya secara bertanggung jawab serta menjadi teladan dalam membangun kedisiplinan dan karakter positif di lingkungan sekolah.
Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan harus dimulai dari diri sendiri sebelum seseorang dipercaya untuk memimpin orang lain.
“Kalaupun mereka belum memiliki kemampuan untuk memimpin, semuanya bisa diawali dari bagaimana mereka memimpin diri sendiri terlebih dahulu, baru kemudian memimpin teman-temannya,” tutup Novy. (WM/yk)
