Sniper Capsul, Resahkan Warga Dobo

Sniper Capsul, Resahkan Warga Dobo

Dobo,Wartamaluku.com – Kenakalan remaja di Dobo Ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru perlu mendapat perhatian khusus dari seluruh pihak di daerah ini.

Pasalnya, tingkat kenakalan remaja saat ini sudah menjadi ajang uji coba yang pada akhirnya dapat merusak moral anak bangsa.
Buktinya yang terjadi Kota Dobo telah menghebohkan masyarakat dengan prahara Sniper Capsul, yang ritualnya tidak pernah dilakukan kelompok-kelompok lain.

Kelompok yang berdiri sejak tahun 2010 lalu itu baru diketahui pergerakannya pada bulan September Tahun 2016, hampir sebagian besar di dominasi oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Pulau-pulau Aru dan Madrasah Aliyah Dobo.

Dikabarkan, setiap orang yang ingin bergabung dengan Sniper Capsul harus mengambil sumpah dan janji dengan cara kedua matanya ditutup dengan selembar kain hitam, jari disayat dengan silet dan dimeteraikan di atas kain hitam sambil kitab suci diletakkan dengan posisi sesuai agama yang dianut.

Misalnya yang beragama Islam meletakan tangan di atas Al Quran dan yang beragama Protestan maupun Katholik, Alkitab diletakan di atas kepala sambil bersumpah untuk sehidup dan semati dalam kelompok Sniper Capsul.

Bukan hanya itu, kelompok ini pula memiliki bendera dengan lambang Bulan Bintang Salib, yang dihiasi dengan bintang-bintang kecil dan motif lain dengan warna merah, hitam, kuning dengan garis hitam putih di tengahnya.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun media ini, Kelompok Sniper Capsul sudah memiliki enam angkatan dengan jumlah personil yang sudah mencapai 600 orang.

Enam ratus anggota tersebut kini sebagian sudah bekerja di jajaran birokrasi Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru, mahasiswa di Maluku dan di luar Maluku, dan masih ada lagi pada tingkat SD, SMP, SMA bahkan yang kini sementara menganggur.

Dikhawatirkan, kelompok yang sudah memiliki bendera dengan ikrar
dan janji yang diucapkan di tempat keramat bisa merembes menjadi kelompok radikal karena sudah memiliki personil yang hampir mencapai 1000 orang.

Menurut keterangan dari salah satu salah satu anggota Sniper Capsul yang enggan namanya di sebutkan mengatakan, bahwa kelompok Sniper Capsul, hanyalah kelompok yang bergerak dalam bidang seni yakni Dance dan refer lagu.
Bila ada orang yang ingin menjadi anggota Sniper maka yang bersangkutan harus berjanji dan siap bersumpah untuk tidak keluar dari kelompok tersebut.

Hal ini dilakukan sebab selama ini banyak orang yang bergabung hanya untuk mencuri ilmu refer, setelah itu pergi tinggalkan Sniper Capsul.

Diungkapkan sumber ini, public sudah mulai memberikan penilaian buruk kepada Sniper Capsul yang pada akhirnya dapat membuat anak-anak SMP dan SMA yang bergabung di dalamnya merasa terpojok dan dikucilkan dengan berbagai pandangan yang buruk “ kelompok kami tidak akan pernah mengancam keamanan daerah ini, karena apa yang kami lakukan hanya semata-mata merupakan hiburan sesuai perkembangan zaman saat ini, sehingga public jangan memberikan penilaian buruk terhadap kelompok kami.” Harapnya.

Lebih lanjut sumber mengungkapkan, isu yang dialamatkan kepada Sniper Capsul saat merupakan sebuah hal yang berlebihan, karena tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi.
Sumber menduga, isu menyesatkan itu tentunya bersumber dari kelompok lain yang merasa kalah bersaing dengan Sniper Capsul di dunia refer lagu khusus di daerah ini.

Selain itu menurut sumber, bendera yang sudah beredar di Dobo ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru saat ini bukanlah benderah Sniper Capsul, karena kelompoknya hanya memiliki logo kelompok bukan bendera yang didesain oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab dan mengatas namakan kelompknya. (WM-P)

Related posts