Ambon, Wartamaluku.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku mendukung pelaksanaan Festival Durian Hutumuri sebagai upaya mendorong pengembangan potensi ekonomi daerah berbasis komoditas lokal. Dukungan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Surya Alamsyah, kepada wartawan, Sabtu (27/6/2026).
Surya menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara serta Pemerintah Provinsi Maluku yang telah melihat dan mengangkat potensi durian asli Maluku sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada panitia dan Pemerintah Provinsi Maluku yang telah melihat potensi durian asli Maluku sebagai salah satu kekayaan daerah yang dapat dikembangkan,” ujarnya.
Menurut Surya, Bank Indonesia memandang Festival Durian Hutumuri tidak hanya sebagai ajang promosi hasil pertanian, tetapi juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah.
Dijelaskan, salah satu aspek yang perlu didorong dalam kegiatan tersebut adalah penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memberikan rasa aman bagi pedagang maupun penyelenggara.
“Transaksi dalam kegiatan seperti ini masih banyak dilakukan secara tunai. Karena itu, penggunaan QRIS perlu didorong agar lebih praktis, aman, mengurangi risiko peredaran uang palsu, meminimalkan kehilangan uang tunai, serta memudahkan panitia mengetahui jumlah transaksi dan tingkat partisipasi pengunjung,” jelasnya.
Selain itu, Bank Indonesia juga melihat potensi besar pengembangan durian Maluku melalui produk-produk turunan yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Melimpahnya produksi durian pada musim panen dinilai dapat dimanfaatkan untuk menciptakan berbagai produk olahan yang mampu memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha.
“Yang kami lihat bukan hanya potensi buah duriannya, tetapi juga peluang pengembangan produk turunannya. Dengan produksi yang melimpah, durian Maluku dapat diolah menjadi berbagai produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” katanya.
Surya menambahkan, pengembangan komoditas durian perlu menjadi bagian dari upaya membangun identitas dan branding Maluku sebagai daerah penghasil produk unggulan. Selama ini Maluku dikenal luas dengan komoditas rempah seperti pala dan kenari, namun durian lokal juga memiliki kualitas yang tidak kalah baik untuk dipromosikan ke pasar yang lebih luas.
“Ke depan, kita ingin membangun brand bahwa Maluku tidak hanya dikenal karena kenari dan pala, tetapi juga memiliki durian berkualitas yang dapat menjadi kebanggaan daerah,” pungkasnya.
Festival Durian Hutumuri diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi durian asli Maluku sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM berbasis komoditas lokal. (WM/yk)






