Bantuan RTLH Di Desa Kety Letpei Nyaris Rusak

Ilustrasi bantuan rumah tak layak huni

MBD,Wartamaluku.com – Lakor MBD Masyarakat Desa Kety Letpei Kecamatan Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya saat ini menyesalkan Pemerintah Daerah Kab MBD Cq Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang hingga kini belum merealisasikan sisa Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada 73 Kepala Keluarga di Desa Ketti Letpey berupa sengk gelombang 60 lembar, seng licin dua ikat,dan paku campur dua kg, sementara jenis bantuan yang baru di terimah berupa semen 20 sak per kk.

Sementara itu salah satu warga Desa Ketti Letpey Bernadus Kappiluka saat dikonfirmasi wartawan mengatakan “ Kami masyarakat sangat menyesalkan pemberian bantuan tersebut yang menyebabkan rumah yang kami bangun hampir rusak karena kena hujan panas menanti datangnya Bantuan Rumah Tidak Layak Huni tersebut namun tak kunjung datang kami masyarakat menilai ada kolaborasi pihak kontraktor dan Dinas Sosial mengapa tidak berdasarkan Perpres no 70 Tahun 2005 Tetang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah maka semestinya sebelum penyerahan barang dilakukan seharusnya dilakukan pemeriksaan barang terlebih dahulu agar dipastikan semua yang minta itu disediakan kontraktor atau tidak baru dua belah pihak menanda tangani berita acara penyerahan barang dimaksud ini lain lagi.

Terkait keterlambatan Penyaluran sisa bantuan tersebut Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmingrasi Kabupaten Maluku Barat Daya Kostantein Paliaky,SPd saat dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya mengatakan terkait penyaluran sisa bantuan tersebut “ Pihaknya sudah memerintahkan kontraktor untuk segera menyalurkan sisa bantuan RTLH tersebut kepada masyarakat Desa Keti Letpey jadi bukan lagi tanggung jawab saya karena pengadaan barang ini sudah sejak tahun 2015 ini merupakan tanggung jawab pihak Kontraktor Saya sudah memerintahkan PPTK Ali Garium untuk melakukan pendekatan dengan pihak Kontraktor untuk secepatnya merealisasikan penyaluran sisa bantuan tersebut sebelum akhir tahun sudah harus direalisaikan ada perjanjian bersama jika Kapal Sabuk 49 setelah selesai dok baru bawah sengk ternyata sampai saat ini belum juga disalurkan hingga saat ini.ujarnya.

Sementara itu Diretur CV Dua Putri alias Kauleng saat di Konfirmasi sehubungan dengan penyaluran sisa bantuan RTLH tersebut mengatakan “ Sebernya sisa bantuan itu suda disalurkan namun karna faktor lain yang menjadi penyebab utang piutang Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmingrasi yang cukup tinggi diantaranya pembangunan Taman senilai 200 juta yang hingga kini belum juga selesaikan pembayaran oleh Dinsos MBD sehingga berdampak pada penyaluran bantuan tersebut jelas.(WM-Gys)

Related posts