BI Maluku Perluas Edukasi Rupiah ke Desa-Desa di SBB Melalui Program Duta Marinyo Mangente Negeri

SBB,Wartamaluku.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku menggelar Program Duta Marinyo Mangente Negeri di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pada 6 Juli 2026 sebagai upaya memperluas edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah hingga menjangkau masyarakat di desa-desa.

Informasi mengenai kegiatan tersebut disampaikan Bank Indonesia Provinsi Maluku melalui akun Instagram resminya pada Rabu (01/7/2026).

Sebanyak 50 pegawai Bank Indonesia Maluku dari Unit Pengelolaan Uang Rupiah, Sistem Pembayaran, dan Hubungan Masyarakat (Humas) diterjunkan sebagai Duta Marinyo Mangente Negeri. Mereka turun langsung ke sejumlah negeri dan desa untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya mencintai, mengagumi, serta memahami rupiah sebagai simbol kekayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam program tersebut, antara lain edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, kuliah umum, layanan penukaran uang tidak layak edar (UTLE) atau uang rusak, serta BI Mengajar.

Melalui program BI Mengajar, para pegawai Bank Indonesia berbagi pengetahuan kepada para pelajar mengenai tugas dan fungsi Bank Indonesia, literasi keuangan, serta pentingnya penggunaan rupiah dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi CBP Rupiah dilaksanakan di empat lokasi, yakni Desa Waisarisa, Desa Hatusua, Desa Waisamu, dan Desa Kamal di Kabupaten Seram Bagian Barat. Seluruh rangkaian kegiatan lebih diikuti dari 500 peserta yang terdiri dari pelajar, aparatur pemerintah desa, dan masyarakat.

Bank Indonesia menilai Kabupaten Seram Bagian Barat merupakan salah satu wilayah dengan tingkat perputaran uang tunai yang cukup tinggi. Oleh karena itu, edukasi mengenai CBP Rupiah terus dibahas agar masyarakat memahami cara mengenali keaslian rupiah, semakin merawat uang dengan baik, serta menggunakannya secara bijak.

Untuk menjangkau desa-desa tersebut, rombongan Bank Indonesia Maluku melakukan touring sepeda motor dengan menempuh perjalanan lebih dari 200 kilometer dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku menuju salah satu desa terjauh, yakni Desa Waisarisa.

Melalui Program Duta Marinyo Mangente Negeri, Bank Indonesia berharap edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok Maluku. Dengan demikian, kesadaran masyarakat dalam menjaga rupiah sebagai simbol kelestarian bangsa serta mendukung ketahanan ekonomi nasional dapat terus meningkat. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *