Buka DPRD Expo 2026, Wali Kota Ambon Dorong UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Oplus_131072

Ambon, Wartamaluku.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan bahwa penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu strategi penting Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam mendorong kemandirian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bodewin saat membuka kegiatan DPRD Expo Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor DPRD Kota Ambon, Rabu (2/9/2026), menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon.

Menurut Bodewin, momentum HUT Kota Ambon tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi berbagai program yang telah dilaksanakan sekaligus merancang langkah pembangunan ke depan.

“Lima hari lagi kita akan merayakan Hari Ulang Tahun Kota Ambon ke-451. Setiap kali kita merayakan hari ulang tahun kota ini, tentu perlu kita melakukan evaluasi terhadap berbagai hal yang sudah kita lakukan, sekaligus merencanakan berbagai hal yang akan kita lakukan ke depan demi kemajuan Kota Ambon,” ujar Bodewin.

Dijelaskan, Kota Ambon memiliki karakteristik berbeda dengan daerah lain yang memiliki sumber daya alam melimpah. Karena itu, penguatan ekonomi kerakyatan melalui UMKM dinilai menjadi pilihan strategis untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Ambon bukan Weda, Ambon bukan Morowali, Ambon bukan Buru. Ambon dengan cirinya sendiri, kota yang terbatas sumber daya alam. Karena itu kita memilih untuk penguatan ekonomi kerakyatan melalui membangun upaya untuk menciptakan kemandirian masyarakat melalui usaha-usaha yang bisa dilakukan. Itulah UMKM,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Ambon telah memberikan berbagai fasilitas kepada pelaku UMKM, mulai dari pelayanan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis, bantuan modal usaha, penyediaan tempat usaha, hingga penyelenggaraan berbagai expo untuk membuka akses pasar yang lebih luas.
Bodewin menilai UMKM memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Menurutnya, sektor tersebut tetap mampu bertahan meskipun sejumlah perusahaan menghadapi tekanan hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penutupan usaha.

“Banyak perusahaan yang PHK karyawannya, banyak perusahaan yang terpaksa menutup usahanya, tapi UMKM tidak akan pernah. Dia tetap eksis di tengah-tengah berbagai tantangan yang ada,” ujarnya.

Selain penguatan UMKM, Bodewin menyoroti pentingnya transformasi pelayanan publik agar semakin mudah, cepat, responsif, dan transparan di tengah era keterbukaan informasi.

Menurutnya, kehadiran Mall Pelayanan Publik yang segera beroperasi, ditambah keterlibatan berbagai instansi dalam DPRD Expo 2026, merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.

Ia juga mengapresiasi keterbukaan DPRD Kota Ambon dalam menerima dan menyalurkan aspirasi masyarakat.
“Kalau kita mengaku bahwa ini adalah rumah rakyat, maka di bawah rakyat tempat untuk mengadu, menyampaikan keluh kesah mereka agar diteruskan ke Pemerintah Kota,” ungkapnya.

Bodewin turut menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Kota Ambon, Sekretaris DPRD (Sekwan), serta seluruh pihak yang telah menginisiasi pelaksanaan DPRD Expo 2026. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh yang dapat diikuti oleh berbagai pihak dalam mendukung UMKM dan pelayanan publik.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Ambon, Maurits Tamaela, mengatakan keterlibatan pelaku UMKM lokal dan ekonomi kreatif dalam kegiatan Expo merupakan bentuk komitmen bersama antara DPRD dan Pemkot Ambon untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

DPRD Kota Ambon, kata Maurits, akan terus mendukung kebijakan dan regulasi yang berpihak pada penguatan ekonomi rakyat, pemberdayaan komunitas, serta pembangunan infrastruktur kota yang inklusif.

“Tidaklah berlebihan bila di saat ini saya mengajak seluruh masyarakat Kota Ambon untuk memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan informasi, pelayanan publik, menyampaikan aspirasi, maupun mendukung dan menikmati produk-produk lokal karya anak daerah kita sendiri,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekwan DPRD Kota Ambon, Alfian Lewenussa, melaporkan bahwa DPRD Expo 2026 dilaksanakan selama dua hari.

Selain pameran UMKM, kegiatan tahunan tersebut diisi dengan berbagai agenda, di antaranya lomba panjat pinang, pembagian sembako, pelayanan NIB, pemeriksaan kesehatan gratis, Gerakan Pangan Murah, layanan hukum dan kekayaan intelektual, pendaftaran akun baru e-Katalog, pengundian doorprize, serta penampilan sejumlah artis Kota Ambon.

Melalui pelaksanaan DPRD Expo 2026, DPRD dan Pemkot Ambon diharapkan tidak hanya menghadirkan ruang promosi bagi pelaku UMKM, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan publik sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, legislatif, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun perekonomian Kota Ambon. (WM/yk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *