Debat Kandidat di Ambon, Paslon Niko-Odie Nilai Tidak Efektif

Ambon, Wartamaluku.com – Rencana debat kandidat bagi tiga pasangan calon kepala daerah Maluku Barat Daya (MBD) yang akan digelar di Ambon, Sabtu (24/10) dinilai sangat tidak efektif dan tidak berdampak bagi masyarakat Maluku Barat daya. Demikian dikatakan Calon Bupati Kabupaten Maluku Barat Daya, Nikolas Kilikily kepada wartawan di Ambon, Kamis, 22/10/2020.

Dikatakan, semestinya pihak penyelenggara dapat membuat rencana dengan lokasi di Kota Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya agar dapat disaksikan oleh masyarakat. Karena itu, pasangan Kalwedo yakni Nikolas Kilikily-Desianus Orno (Niko-Odi) dengan nomor urut 1 menolak debat kandidat di Kota Ambon.

Ditegaskannya, jika debat kandidat mesti ditonton secara langsung oleh masyarakat Maluku Barat Daya sehingga mereka bisa menilai mana pasangan calon yang layak dipilih. Karena debat adalah cara tiap pasangan menjual programnya bagi masyarakat.

“Ini debat pasangan calon kepala daerah, dimana tiap pasangan akan menjual visi-misi kalau itu tetap dilakukan di kota Ambon, masyarakat Maluku Barat Daya tidak tahu apa yang didebatkan calon kepala daerah. Ini yang menjadi keprihatinan kita, sehingga pasangan Kalwedo menolak debat di Kota Ambon ” ujar Kilikily.

Dirinya,tidak menyetujui lokasi debat karena tidak ada manfaatnya bagi rakyat Maluku Barat Daya yang akan memberikan hak politiknya dengan menentukan siapa yang layak menjadi pemimpin Lima tahun mendatang. Bukan karena takut debat, sebagai seorang loyer maka debat merupakan hal biasa dalam pekerjaan yang dilakukannya.

“Saya ini, seorang loyer, bagaimana mungkin saya takut debat. Debat itu pekerjaan keseharian saya. Namun lokasinya yang tidak pas , apa manfaatnya bagi masyarakat Maluku Barat Daya jika gelar debat di Kota Ambon, tidak ada manfaatnya“ tegasnya.

Karena itu, dirinya berharap penyelenggara dapat membuat debat di Kota Tiakur agar seluruh masyarakat dapat melihat dan menilai mana pasangan calon dengan visi-misinya. (WM/tim).

Related posts