DPRD Maluku Desak Pemkab SBB Sikapi Persoalan Kesehatan & Infrastruktur Jalan

Ambon, Wartamaluku.com – Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Hatta Hehanusa mendesak Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) untuk menyikapi persoalan di Desa Neniari, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), baik dari aspek kesehatan maupun infrastruktur jalan.

“Melihat berbagai masalah di Neniari, salah satunya pikul jenazah dipukul yang viral di Medsos, saya sangat prihatin,” ungkap Hehanusa kepada wartawan di Baileo Rakyat, karang Panjang, Ambon, Selasa (03/03/2021).

Menurutnya, persoalan ini bukan hanya terjadi kali ini saja, tetapi sejak Indonesia Merdeka.

Untuk itu, dirinya meminta adanya perhatian dari pemerintah kabupaten SBB, dalam melakukan berbagai langkah darurat, baik dari sisi akses jalan, maupun dari aspek kesehatan.

“Harus ada bantuan khusus disana, ada perhatian khusus akses jalan dari desa Riring ke Niniari kurang lebih sepuluh kilo,”harapnya.

“Untuk itu, saya pikir semua masalah tidak hanya diselesaikan di provinsi, ada Pemkab yang harus melihat hal ini secara intens,” cetus dia.

Kepala Dinas Kesehatan SBB, kata Hehanussa juga tidak boleh menutup mata, harus secepatnya melakukan langkah konkrit dengan menyediakan posko kesehatan atau puskesmas pembantu (Pustu).

Untuk tenaga kesehatan, bisa merekrut anak-anak asli disana untuk tenaga kesehatan

“Ini yang menjadi keprihatinan bersama, bahwa sebagai pelaksana dalam pelayanan publik kepada masyarakat seharusnya merata, tidak hanya di kampung atau negeri yang terjangkau saja, tetapi kampung yg sulit dijangkau juga harus dipenuhi, seperti Niniari yang merupakan bagian darii kabupaten SBB, dan bagian dari rakyat, Maluku,”pintanya.

Walaupun demikian, sebagai wakil rakyat dari bumi Saka Mese Nusa ini, dirinya akan tetap mendorong agar segera diilakukan langkah-langkah untuk membuka akses jalan terutama di riring ke Niniari, dan akses kesehatan. (**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *