Ambon, Wartamaluku.com – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisuta, mengajak seluruh keluarga besar Persatuan Masyarakat Leawaka (PUSAKA) Haria untuk memperkuat persaudaraan, menjaga identitas budaya, serta menjadikan Musyawarah Besar (Mubes) IV sebagai momentum melahirkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh anggota dan memajukan organisasi.
Ajakan tersebut disampaikan Ely Toisuta dalam sambutannya pada kegiatan Mubes IV PUSAKA Haria, Sabtu, 24/10/2026 di Ambon. Kegiatan yang mengusung tema “SAPA ANGKA PUSAKA, PUSAKA ANGKA DIA SAPA LIA PUSAKA, PUSAKA LIA DIA”.
Menurut Ely, musyawarah besar merupakan momentum penting bagi organisasi kemasyarakatan untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, merumuskan arah perjuangan, serta memastikan keberlanjutan kepengurusan melalui proses regenerasi kepemimpinan.
“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya musyawarah besar ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tema yang diangkat dalam Mubes IV memiliki makna mendalam tentang hubungan antarmanusia, identitas, sejarah, serta warisan persaudaraan yang mengikat keluarga besar PUSAKA Haria.
Karena itu, tema tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab bersama untuk menjaga hubungan antarsesama anak negeri.
Ely menegaskan bahwa ikatan antara anak-anak Negeri Haria dengan kampung halaman merupakan bagian penting dari identitas diri, baik bagi mereka yang tinggal di negeri asal maupun yang berada di tanah perantauan.
Menurutnya, jarak geografis tidak seharusnya melemahkan persaudaraan. Sebaliknya, perbedaan tempat tinggal, profesi, dan pengalaman harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi serta memberikan kontribusi bagi kemajuan bersama.
Dalam konteks tersebut, PUSAKA Haria memiliki peran strategis sebagai wadah pemersatu, membangun komunikasi, mempererat hubungan kekeluargaan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan kampung halaman.
Lebih lanjut, Ely menyebutkan terdapat tiga agenda utama yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan Mubes IV PUSAKA Haria.
Pertama, membahas dan menetapkan arah strategis organisasi. Ia berharap musyawarah ini dapat menghasilkan visi, arah, dan prioritas kerja yang jelas serta realistis untuk menjawab kebutuhan keluarga besar PUSAKA Haria.
Kedua, mengevaluasi pelaksanaan program kerja kepengurusan sebelumnya. Evaluasi tersebut harus dilakukan secara objektif, terbuka, dan penuh semangat kekeluargaan, bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai bahan pembelajaran bagi kepengurusan berikutnya.
Ketiga, memilih dan menetapkan kepengurusan baru melalui proses yang demokratis, bijaksana, serta mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Ely berharap siapa pun yang mendapatkan amanah memimpin PUSAKA Haria nantinya mampu menjaga kesinambungan program, memperkuat komunikasi antara anggota di perantauan dan di kampung halaman, serta membangun organisasi yang semakin solid dan bermanfaat.
Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah untuk melayani, merangkul, mendengarkan, dan bekerja bersama seluruh anggota.
Dalam sambutannya, Ely turut mengajak seluruh peserta Mubes agar menjaga suasana musyawarah yang sejuk, demokratis, dan penuh persaudaraan.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berorganisasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk memutus tali kekeluargaan yang telah dibangun oleh para pendahulu.
Ia menegaskan bahwa kekuatan sebuah paguyuban tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggotanya, tetapi juga oleh kuatnya rasa memiliki, kesediaan untuk saling mendukung, dan komitmen untuk berjalan bersama.
Karena itu, Ely mengajak seluruh keluarga besar PUSAKA Haria untuk terus menghormati warisan para pendahulu, menjaga akar sejarah, dan mewariskan nilai-nilai persaudaraan kepada generasi berikutnya.
Ia berharap Mubes IV dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi sekaligus memperkuat peran PUSAKA sebagai wadah pemersatu anak-anak Negeri Haria, baik di perantauan maupun di kampung halaman.
“Semoga Leawaka PUSAKA Haria semakin kokoh sebagai wadah pemersatu anak-anak Negeri Haria, baik di perantauan maupun di kampung halaman,” demikian harapannya. (WM/yk)






