Festival Literasi Kota Ambon 2025 Resmi Digelar, Dorong Budaya Membaca dan Kreativitas Pelajar

Ambon,Wartamaluku.com – Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Ambon menggelar festival literasi tahun 2025 yang berlangsung di salah satu hotel di kota Ambon, Senin (08/12/2025).

Kegiatan ini mengusung tema “Membaca untuk Perubahan membangun kota Toleran” dan akan berlangsung selama dua hari kedepan 8-9 Desember 2025.

Dalam festival ini turut menghadirkan, kepala sekolah, Narasumber, anak- anak sekolah perwakilan komunitas baca, perpustakaan, literasi, pegiat literasi, rumah baca, komunitas perpustakaan jalanan

Panitia pelaksana, Abdullah Salatalohi dalam laporannya menjelaskan, Festival ini dilakukan guna meningkatkan minat dan budaya literasi di kalangan peserta didik, mengembangkan kreativitas siswa dalam menulis membaca dan bercerita, menyediakan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan kemampuan berbahasa serta mendorong terciptanya generasi yang cerdas kritis dan berkarakter.

Peserta yang ikut berkompetisi sekitar 250 orang yang terdiri dari sekola, pustakawan, pengurus masjid, gereja desa/kelurahan dan OPD Di kota Ambon.

Dalam festival ini diselenggarakan beberapa cabang lomba, Lomba membaca puisi, lomba mendongeng/bercerita, lomba menulis cerpen/puisi. Pameran karya literasi.

Diharapkan, festival ini menjadi wadah yang bermanfaat bagi anak- anak untuk menampilkan bakat dan kreativitas, serta semakin menumbuhkan budaya literasi di lingkungan kita.

Wakil wali kota Ambon, Ely Toisutta dalam sambutannya menyebutkan, perpustakaan tidak hanya menyediakan buku dapat terjadi ruang penyediaan di mana siswa belajar untuk membuka wawasan peluang usaha serta sarana identitas daerah.

Pemerintah Kota Ambon akan terus mendorong gerakan literasi yang merupakan bagian dari pengembangan sumber daya manusia yang cerdas dan berkarakter.

Tujuan strategis mendorong perpustakaan sebagai pusat kegiatan belajar yang memberikan manfaat baik ekonomi,sosial dan budaya masyarakat, meningkatkan kapasitas tenaga perpustakaan dan komunitas literasi agar mampu melaksanakan program pemberdayaan masyarakat berbasis literasi, membangun kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas lembaga pendidikan, dunia usaha dan masyarakat. sehingga literasi menjadi gerakan bersama.

Bahkan perpustakaan daerah menjadi pusat literasi budaya inklusif yang mudah diakses oleh masyarakat serta mengembangkan koleksi perpustakaan yang berorientasi pada budaya dan potensi lokal Kota Ambon. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *