Ambon, Wartamaluku.com – Bank Indonesia Provinsi Maluku menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital yang terus berkembang pesat. Hal itu disampaikan Deputi Perwakilan BI Maluku, Rahmat Pratama, mewakili Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BI Maluku dalam kegiatan Terdepan yang digelar bersama Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Gedung Rektorat Universitas Pattimura, Ambon, Selasa (12/5/2026).
Dalam sambutannya, Rahmat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan permohonan maaf dari Plt Kepala Perwakilan BI Maluku yang berhalangan hadir.
“Kegiatan ini merupakan salah satu langkah positif untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin bijak dan cerdas dalam mengelola keuangan demi mendukung pembangunan ekonomi yang lebih baik,” kata Rahmat.
Ia mengatakan Maluku memiliki potensi besar, mulai dari sumber daya alam, sektor kelautan, pariwisata hingga kualitas generasi muda. Potensi tersebut, menurutnya, tercermin dari pertumbuhan ekonomi Maluku yang mencapai 5,16 persen year on year (yoy) pada triwulan I tahun 2026.
Rahmat menilai capaian itu perlu terus dijaga guna menciptakan kesejahteraan yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurutnya, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami serta mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan, termasuk dalam pengelolaan keuangan.
“Ketika seseorang memahami cara pengelolaan uang yang baik, maka akan menjadi lebih bijak dalam menggunakan pendapatan, tidak mudah konsumtif, dan mulai memikirkan masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebiasaan sederhana seperti menabung dan mengatur pengeluaran dapat membentuk budaya investasi dan semangat membangun usaha. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.
Rahmat juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa sebagai generasi penggerak pembangunan daerah, terutama di tengah kemudahan akses investasi dan layanan keuangan digital saat ini.
“Literasi keuangan menjadi fondasi penting agar generasi muda mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak, produktif, dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kantor Perwakilan BI Maluku turut melakukan kick off Program Pendidikan Kebanksentralan bersama Universitas Pattimura dan Universitas Kristen Indonesia Maluku.
Program itu mencakup edukasi kebanksentralan dan bantuan pendidikan sebagai upaya mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul di Maluku.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan diskusi yang bermanfaat sekaligus mendorong lahirnya generasi muda Maluku yang sadar finansial, adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital, serta mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih cerdas dan bijak,” tutup Rahmat. (WM/yk)





