Key Besar Masuk Jalan Trans, Bupati Thaher : Ini Hadiah HUT Tahun 2019

  • Whatsapp

Ambon, Wartamaluku.com – Ulang Tahun Kabupaten Maluku (Malra) tahun 2019 dengan mendapat hadiah terindah yakni mendapat program pembangunan jalan Trans Kei Besar (Kebes).

Bupati Kabupaten Maluku Tenggara Thaher Hanubun mengatakan sangat senang karena jalan Key Besar masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.

“Ini adalah hadiah terbaik di hari ulang tahun kabupaten Maluku Tenggara, tanggal 22 Desember 2019 mendatang, kami sangat bersyukur atas hadiah yang diberikan kepada kami”, ungkap Bupati kepada wartawan di Ambon, selasa, 17/12/2019.

Bupati juga ucapkan terima kasih kepada Gubernur Maluku Irjen. Polisi. (Purn). Drs. Murad Ismail serta semua pihak, hingga terwujudnya rencana pembangunan jalan Trans Kei Besar di tahun 2020 mendatang, oleh Pemerintah Pusat.

Dikatakan, dengan adanya pembangunan akses jalan trans Kei Besar tersebut, dapat menjawab kesejahteraan masyarakat serta pengurangan angka kemiskinan di sana.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur yang selama ini, dalam usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjawab konektifitas di Maluku Tenggara terkhusus masyarakat di Kei Besar. Alhamdulillah Puji Tuhan, dalam RPJMN 2020 yang kemarin juga Bupati dan Walikota se Indonesia dan Gubernur Maluku turut hadir disitu, jalan trans Kei Besar masuk juga”, tuturnya.

Bupati juga menyebutkan, jalan Trans Key Besar itu, mencapai 102 km. Itu pasti bertahap. Tetapi itu sudah disampaikan. 102 km kalau hitungan Jakarta dalam rupiah sekitar Rp1,274 Triliun.

“Kalau dilihat perjalanan cukup jauh. Ingatnya, dari awal kami bertugas langsung berkoordinasi dengan Bappenas, sampai ke PUPR. Dan terakhir pak Presiden, datang tanggal 28 Oktober 2019 lalu di Ambon. manfaatnya cukup besar. Karena disitu ada pertemuan Gubernur, Bupati, Walikota se Maluku dan masing-masing Walikota dan Bupati menyampaikan apa yang harus dilakukan. Dan Saya, langsung menyampaikan tentang itu. Walaupun nanti ada yang lain juga, di Perhubungan juga ada tetapi yang paling utama adalah jalan Trans Kei Besar”, katanya.

Dijelaskan pula, Ini adalah hal yang luar biasa. Dan ini pasti ada dukungan dari Gubernur Maluku.

“Untuk itu, kami, Saya bupati dan masyarakat Maluku Tenggara mengucapkan terima kasih. Dan mungkin ada perjuangan-perjuangan lain lagi, ke depan. Ini sebagai hadiah ulang tahun kabupaten Malra yang Insya Allah Puji Tuhan, akan di laksanakan pada tanggal 22 Desember. Siapa yang mengurus? Kita pemerintah daerah, kabupaten dan provinsi. Sekali lagi Saya mau menyampaikan terima kasih kepada Bappeda provinsi dan ini sesuatu yang luar biasa, buat kami,” akuinya.

Harapannya, kata bupati, yang pasti akan menjawab angka pra sejahtera. Angka kemiskinan tertinggi itu di Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Kei Besar Utara Barat , Kei Besar dan Kei Besar Selatan. Dengan akses ini terjawab, mungkin 2 atau 3 tahun yang akan datang , sudah normal.

“Artinya, kemiskinan sesuai dengan rencana Pak Gubernur untuk menurunkan angka kemiskinan dan dari 23,27 persen, mudah-mudahan Tuhan sayang, turun sampai antara ya, mungkin 19 . Tetapi Saya harus mimpi 19 persen. Di Kei Besar, 60 persen infrastruktur kita arahkan ke Kei Besar,” ujarnya.

Selain pembangunan jalan Trans Kei Besar ini, dimulai tahun 2020, sambungnya, Saya langsung bertemu dengan Dirjen untuk jalan dari Elat ke Olat, sudah ada juga. Tahun 2020 bulan Maret ini, sudah berjalan.

Untuk panjang jalannya sendiri, total anggaran yang sementara dianggarkan 16 km. Dari sini, anggarannya tidak sama dengan yang dari provinsi maupun kabupaten, anggaran turun. Tetapi ini naik. 102 km saja, anggaran nya Rp1,2 triliun lebih.

Kendati demikian, bupati mengakui, selain pemerintah provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Bapak Murad Ismail, juga berkat usaha semua pihak, semua orang. Terkhusus, berkat doa masyarakat Kei Besar.

“Tuhan sudah memberikan ini, berkat usaha semua orang dan doa dari masyarakat Malra khususnya masyarakat Kei Besar, dengan jalan itu. Jadi kita tidak perlu komplain siapa yang urus. Memang itu tugas pemda, memfasilitasi, mengupayakan itu. Jadi tidak perlu lagi main medsos, macam-macam, bilang begini, bilang begitu. Terima kasih kepada Tuhan. Itu saja,” sebut Bupati sembari mengajak. (WM)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *