LSM Kalesang Lingkungan Maluku Gandeng Pakar Merkuri UI Gelar Sosialisasi Di P.Romang

MBD, Wartamaluku.com – Polemik panjang soal peredaran merkuri di Pulau Romang kabupaten MBD akhir-akhir ini yang menjadi sorotan lembaga Internasional.

Keprihatinan ini muncul dikala pihak-pihak yang “tidak berkèpentingan” ramai menghembuskan isu soal adanya kandungan merkuri dalam tubuh masyarakat desa Hila.

Sebelumnya, diisukan ada 3 orang warga desa Hila terkontaminasi merkuri, kemudian, ada tim gabungan antara perusahan dan tim ahli yang melakukan pengambilan sampel namun tidak menemukan adanya indikasi merkuri.

Setelah itu, ada 10 orang yang dibawa ke klinik Prodia Ambon untuk diambil darah, kuku dan rambutnya dan berdasarkan data yang diterima bahwa hasilnya positif terkena merkuri.

Merasa prihatin dengan kondisi tersebut, maka pada hari Sabtu 10 maret 2018 lalu, LSM Kalesang Lingkungan Maluku menggandeng pakar toksologi dan ahli merkuri Universitas Indonesia menggelar sosialisasi mengenai dampak merkuri di P. Romang.

Sosialisasi yang mengusung tema “Bahaya penggunaan merkuri (Hg) terhadap manusia dan lingkungan” itu dimulai sekitar pukul 14:20 WIT. Bertempat di balai desa jerusu dan dihadiri ratusan masyarakat setempat.

Rombongan tersebut adalah, Direktur SEAMEO REFCON (SOUTHEAST ASIAN MINSTERS OF EDUCATION ORGANIZATION REGIONAL CENTRE FOR FOOD AND NUTRITION) sekaligus ahli merkuri dan toksologi Universitas Indonesia Prof.DR.Dr.Muhctarudin Mansyur MD.PHD beserta dua orang stafnya yakni Dr. Muhamad Ilyas, dan Dr.Grace Wangge, kemudian Dr. Rita Taihitu, dari Dinas Kesehatan Propinsi Maluku, Semy Tuhumury, Thomas Matulessy, serta salah satu pakar lingkungan Unpatti, Jusmin Putuhena, dan direktur kalesang lingkungan Maluku Constantinus Kolatfeka.

Selain itu, ikut pula dalam rombongan tersebut Wakaplores Maluku Barat Daya Kompol F.G Horsair, wakil ketua I DPRD Kab. MBD perwakilan dari dinas kesehatan dan dinas lingkungan hidup dan kehutanan Kabupaten MBD.

Sosialisasi dibuka oleh Camat kepulauan Romang Oni D.Yoltuwu S.Pt mewakili bupati MBD.

Dalam sambutannya, direktur Kalesang lingkungan Maluku Constantinus Kolatfeka menegaskan, inti dari kegiatan itu adalah dimana pada tahun 2018 ini Kalesang Lingkungan Maluku telah menetapkan program makro tahunan yakni “selamatkan Maluku dari Merkuri dan Sianida”.

Atas dasar inilah maka Lembaga Kalesang Lingkungan Maluku telah melakukan kerjasama dengan beberapa pihak yakni Kodam XVI Pattimura, Polda Maluku, guna menggelar beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan ditingkat Propinsi ungkap Kolatfeka.

Dia menambahkan, terkait dengan kegiatan sosialisasi Merkuri di P. Romang saat ini maka selaku lembaga yang di diberi Kuasa sejak tahun 2013 oleh 14 mata rumah dan 3 soa di P. Romang, maka lembaga kalesang telah berupaya sekuat tenaga dengan kekurangan yang ada untuk melakukan pendapingan terhadap masyarakat P. Romang.

“kami melihat hal ini sebagai program kemanusiaan sehingga apapun kelemahan dan kelalaian kami adalah kelemahan kita semua namun kami tetap berkomitmen untuk terus mengawal dan dan ikut merasakan apa yang menjadi kegelisahan masyarakat P. Romang” terang pria asal Teor Kab. Seram Bagian Timur ini.

Menurutnya, hari ini telah terbentuk opini di luar sana bahwa seolah P. Romang tidak layak lagi dihuni karena seluruhnya sudah dicemari merkuri dan sudah diatas ambang batas Sehingga ada beberapa lembaga studi yang yang melakukan kajian dan hasilnya sama sehingga selaku lembaga yang peduli terhadap lingkungan di Maluku, Kalesang telah melakukan rapat bersama masyarakat romang guna mengambil beberapa langkah antisipasi dan telah menghubungi Prof.DR.Dr. Muhtarudin Mansyur MD. PHD pada tanggal 9 Januari 2018 lalu dalam rangka memberikan pencerahan kepada masyarakat P. Romang terkait bahaya dan ciri-ciri orang yang terkontaminasi merkuri sehingga hari ini Kalesang dapat Menghadirkan beliau di P. Romang”. ungkapnya.

Sementara itu dalam sambutan camat P. Romang Oni D Yoltuwu S.Pt mengatakan, selaku pimpinan wilayah dirinya sangat menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut apalagi hal itu sangat bermanfaat bagi masyarakat P. Romang.

Sebab saat ini telah banyak beredar isu-isu negatif yang mana sebagai camat juga saya tidak bisa menjawab secara detail ungkap camat.

Nah lanjut dia bahwa pada kesempatan telah hadir para pakar yang memiliki keahlian bidang tersebut (merkuri red) sehingga dirinya berharap partisipasi dan perhatian penuh dalam rangka mengikuti kegiatan sosialisasi saat ini sebab ada sharing informasi sebab isu merkuri di romang sudah dan kehadiran para pakar dalam kegiatan ini diharapkan dapat meminimailisir stigma miring terkait peredaran merkuri di P. Romang. harap Yoltuwu.

Sosialisasi yang berlangsung kurang lebih 3 jam itu berlangsung aman lancar dan sukses.

Acara tersebut juga dihadiri oleh seluruh kepala desa/dusun dan BPD se P. Romang, dan ASN se Keamatan P. Romang.

Pada sela kegiatan tersebut, tim dari Dinas Kesehatan Propinsi Maluku juga sempat meluangkan waktu ke desa Hila untuk mengambil sampel air sumur yang dikonsumsi masyarakat untuk diteliti lebih lanjut soal kadar merkurinya.

Sayangnya tim dokter UI yang ikut ke Desa Hila tidak berhasil menjumpai 10 warga yang semula dikabarkan terkontaminasi merkuri berdasarkan hasil uji klinik prodia. (WM/Jg)

Related posts