Malaka Yaluhun Tekankan Konsolidasi Menyeluruh, PKB Maluku Bidik Kursi Pimpinan DPRD

Oplus_131072

Ambon, Wartamaluku.com – Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maluku, Malaka Yaluhun, menegaskan pentingnya konsolidasi menyeluruh, penguatan struktur partai hingga tingkat desa dan dusun, serta penjaringan calon anggota legislatif (caleg) sejak dini sebagai bagian dari persiapan menghadapi pemilu mendatang.
Hal tersebut disampaikan Malaka dalam kegiatan Kick-Off Pencalegan Dini DPW PKB Maluku yang berlangsung pada Sabtu (10/10/2026).

Ia menyampaikan tiga pandangan utama terkait strategi pemenangan pemilu, konsolidasi internal, dan pencalegan dini untuk memperkuat posisi PKB di Maluku.
Malaka mengatakan, bidang pemenangan pemilu bersama Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPW PKB Maluku memiliki visi untuk meningkatkan capaian partai pada pemilu legislatif mendatang. Salah satu target yang ingin diwujudkan adalah menempatkan PKB sebagai partai yang mampu memegang palu pimpinan DPRD Provinsi Maluku.

Menurutnya, target tersebut menjadi landasan bagi bidang pemenangan pemilu dalam menyusun langkah dan strategi sejak awal. Ia juga menyoroti perkembangan perolehan suara PKB Maluku yang, menurutnya, menunjukkan tren peningkatan sejak 2014 hingga Pemilu 2024.
“Pertanyaannya, apakah pada 2029 dan pemilu berikutnya PKB bisa memenangkan pemilu legislatif atau tidak? Itu tergantung kepada kita semua, bagaimana kita bekerja, membangun konsolidasi, dan memperkuat struktur partai,” ujar Malaka.

Ia turut menyoroti keberadaan dua kader PKB yang saat ini menduduki jabatan kepala daerah, yakni Bupati Buru dan Bupati Kepulauan Aru. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi dengan kedua kader tersebut perlu diperkuat untuk membahas langkah strategis dalam pengembangan partai ke depan.

Lebih lanjut, Malaka menilai konsolidasi menyeluruh menjadi kebutuhan penting karena kondisi politik pada pemilu mendatang dapat berbeda dengan Pemilu 2024. Karena itu, ia menekankan bahwa PKB Maluku perlu memperkuat kekuatan internal dan tidak hanya bergantung pada faktor-faktor yang membantu perolehan suara pada pemilu sebelumnya.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah membangun struktur partai hingga tingkat ranting dan anak ranting, termasuk di desa dan dusun. Struktur tersebut, kata dia, harus berfungsi sebagai penggerak partai dalam membangun komunikasi dengan masyarakat dan memperluas dukungan.

“Struktur partai tidak boleh hanya menjadi pelengkap, tetapi harus menjadi mesin penggerak untuk meraih dukungan masyarakat. Karena itu, setelah kegiatan ini, kita perlu bergerak bersama membentuk struktur partai sampai ke tingkat ranting dan anak ranting,” tegasnya.

Malaka juga menekankan pentingnya kaderisasi yang berbasis data. Menurutnya, kader yang mengikuti proses kaderisasi perlu didata dan dipetakan agar dapat menjadi bagian dari perencanaan strategis LPP dalam mempersiapkan pemenangan pemilu.

Pada bagian ketiga, Malaka menjelaskan bahwa pencalegan dini menjadi kesempatan bagi para calon legislatif untuk mulai memperkenalkan diri kepada masyarakat jauh sebelum pemilu berlangsung.

Melalui proses tersebut, para bakal caleg diharapkan dapat membangun hubungan dengan masyarakat, memperluas jaringan, serta mengetahui perkembangan penerimaan publik terhadap diri mereka sejak awal.
Ia menilai, pencalegan dini tidak cukup hanya dilakukan melalui pendaftaran administratif, tetapi perlu diikuti dengan kerja nyata, komunikasi, dan aktivitas sosial yang terencana di tengah masyarakat.

Malaka juga mengajak seluruh kader PKB untuk memperluas jaringan dan membuka ruang komunikasi dengan berbagai kalangan. Ia mengutip sebuah pepatah yang disebutnya berasal dari Tiongkok, yakni bahwa seribu kawan masih terlalu sedikit.

Menurutnya, pepatah tersebut mengandung makna bahwa partai perlu terus membangun hubungan, memperluas jaringan, membuka ruang pertemuan, serta melakukan konsolidasi untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin maju sebagai calon anggota legislatif melalui PKB.
Ia berharap, melalui penguatan struktur, kaderisasi berbasis data, konsolidasi internal, dan pencalegan dini, PKB Maluku dapat mempersiapkan diri secara lebih terencana untuk menghadapi pemilu mendatang.

Malaka menegaskan bahwa pencapaian target partai membutuhkan kerja sama seluruh pengurus dan kader, sehingga setiap langkah yang dirancang dapat dijalankan secara terkoordinasi di seluruh wilayah Maluku. (WM/yk)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *