Pelayaran Perdana KM Cantika Lestari 10C Masih Menunggu Keputusan Komite

  • Whatsapp

Ambon, Wartamaluku.com – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku Anos Yermias menyebutkan Pelayaran perdana KM Cantika Lestari 10C milik PT. Pelayaran Dharma Indah masih menunggu keputusan Komite BPH Migas. Pasalnya, jatah BBM- untuk kapal tersebut belum ada keputusan dari BPH Migas.

Penambahan armada baru KM Cantika Lestari 10C pada dasarnya sudah siap melayari rute baru di wilayah kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) namun, masih terkendala Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belum disetujui oleh Komite BPH Migas. Demikian dikatakan Ketua Komisi III DPRD Maluku Anos Yermias kepada wartawan di kantor DPRD Maluku, rabu, 20/11/2019.

“Jadi tanggal 22 November itu belum pasti berangkat. Kapal Cantika Lestari 10C bisa beroperasi apabila kita bisa konversi kapal tersebut”, tutur Anggota DPRD Dapil KKT – MBD ini.

Namun, kata Yermias, saat ini DPRD lagi berupaya untuk meminta dukungan alokasi BBM bagi kapal – kapal di Maluku termasuk KM. Cantika Lestari 10C.

“Saat di Jakarta dalam rangka pengurusan Atlet ROWING MALUKU menuju PON XX tahun 2020 beberapa waktu lalu, saya menyempatkan waktu mendatangi BPH MIGAS untuk meminta dukungan alokasi BBM bagi beberapa kapal Penumpang yang ada di Maluku termasuk KM. Cantika Lestari 10C yang rencananya akan berlayar perdana pada tanggal 22 November nanti.
Sejujurnya kami ingin agar transportasi Laut di Maluku tetap lancar, jadi kita doakan saja semoga tanggal 22 kapal tersebut bisa berlayar”, ungkap Yermias.

Untuk diketahui, penambahan KM. Cantika Lestari 10C ini tak lain adalah untuk membantu masyarakat yang ada di daerah KKT dan MBD. Namun, kapal dengan rute Ambon – Larat Saumlaki – Marsela Kroing – Ambon (PP) pada setiap hari selasa pukul 12.00 Wit. Kemudian pada hari jumat pukul 12.00 wit KM. Cantika Lestari 10C siap Ambon – Damer – Tepa – Mahalete – Moa pulang pergi. (WM)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *