Pemkot Ambon Fasilitasi Kaki Palsu bagi 15 Penyandang Disabilitas, Penyerahan Ditargetkan November

Oplus_131072

Ambon, Wartamaluku.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kota yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui fasilitasi bantuan kaki palsu untuk mendukung mobilitas, kemandirian, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan.

Komitmen itu disampaikan Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, saat memberikan sambutan dalam kegiatan pengukuran kaki palsu bagi penyandang disabilitas di Kota Ambon, Jumat (23/10/2026).

Ely mengatakan, program bantuan kaki palsu merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam memenuhi hak-hak penyandang disabilitas agar memperoleh kesempatan yang setara dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar penyediaan alat bantu fisik, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri, memperluas ruang gerak, serta mendorong penerima manfaat agar lebih mandiri dalam beraktivitas.

“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Wahana Bahagia Ternate, dengan dukungan Dinas Sosial Provinsi Maluku, atas perhatiannya dalam membantu memenuhi kebutuhan alat bantu bagi penyandang disabilitas,” ujar Ely.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sebanyak 15 penyandang disabilitas mengikuti proses pengukuran kaki palsu. Mereka terdiri atas 14 orang dari Kota Ambon dan satu orang dari Kabupaten Maluku Tengah.

Ely berharap, proses pengukuran dapat menghasilkan kaki palsu yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi fisik masing-masing penerima manfaat. Dengan penyesuaian yang tepat, alat bantu tersebut diharapkan dapat digunakan secara nyaman dan aman untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.

Dikatakan, ketepatan ukuran dan kesesuaian alat bantu menjadi hal penting agar kaki palsu yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi penerimanya.

Karena itu, Ely meminta Dinas Sosial Kota Ambon terus melakukan pendampingan dan memastikan seluruh tahapan pelayanan berjalan dengan baik, mulai dari proses pengukuran hingga penyerahan dan penggunaan kaki palsu oleh penerima manfaat.

“Pemerintah Kota Ambon tetap berkomitmen mendukung pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dan mendorong terwujudnya Kota Ambon yang inklusif, ramah disabilitas, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ely mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota dalam menghadirkan pelayanan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kerja sama lintas pemerintahan sangat penting agar bantuan sosial dapat menjangkau warga yang membutuhkan secara tepat sasaran.

Ia berharap, program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga penyandang disabilitas memperoleh akses yang lebih baik terhadap alat bantu dan pelayanan sosial.

Sementara itu, proses pengadaan dan penyerahan kaki palsu diharapkan dapat dilanjutkan setelah tahapan pengukuran selesai. Ely menyebutkan, realisasi bantuan tersebut ditargetkan pada November 2026 agar para penerima manfaat dapat segera melanjutkan ke tahap pemasangan.

Melalui program ini, Pemkot Ambon berharap dukungan terhadap penyandang disabilitas semakin kuat. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan alat bantu, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang menghargai kesetaraan, kemandirian, dan hak setiap warga untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial. (**)

Pos terkait