Tim SMP 19 Ambon (Ket foto)
Ambon, Wartamaluku.com – Pertandingan bola berjalan antara SMP Negeri 19 Ambon melawan Puskesmas Lateri yang berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon, Sabtu (29/8/2026), sempat diwarnai ketegangan.
Pertandingan yang awalnya berlangsung dengan baik tersebut memanas menjelang akhir laga setelah sejumlah keputusan wasit diprotes oleh tim SMP Negeri 19 Ambon. Tim menilai terdapat keputusan wasit yang dianggap kurang tepat dan dinilai tidak mencerminkan sportivitas dalam pertandingan.
Berdasarkan pantauan media ini di lokasi, sejumlah keputusan wasit menjadi perhatian dan memicu kekecewaan dari pihak tim SMP Negeri 19 Ambon maupun sebagian penonton.
Salah satu keputusan yang dipersoalkan terjadi ketika pemain SMP Negeri 19 Ambon berhasil memasukkan bola ke gawang. Pihak tim menilai bola telah melewati garis gawang dan seharusnya dinyatakan sebagai gol. Namun, keputusan wasit yang tidak sportif terhadap kejadian tersebut kemudian dipersoalkan oleh tim SMP Negeri 19 Ambon.
Selain itu, insiden lain terjadi ketika salah seorang pemain SMP Negeri 19 Ambon terjatuh di area permainan. Pihak tim menilai pemain tersebut tidak menyentuh garis, namun wasit langsung meniup peluit dan mengangkat bendera.
“Jadi bola itu masuk gawang duluan, baru tim SMP 19 Ambon jatuh. Itu pun tidak kena garis gawang, tapi wasit meniup peluit,” teriak sejumlah anggota tim SMP Negeri 19 Ambon yang kemudian mendapat respons pro dan kontra dari penonton.
Keputusan tersebut sempat membuat suasana pertandingan memanas. Sejumlah pihak terlihat menyampaikan protes terhadap keputusan perangkat pertandingan. Meski demikian, situasi akhirnya dapat dikendalikan dan pertandingan tetap diselesaikan.
Usai pertandingan, perwakilan tim SMP Negeri 19 Ambon kemudian melakukan komunikasi dengan pihak panitia untuk menyampaikan keberatan terkait sejumlah keputusan yang terjadi selama pertandingan.
Setelah dilakukan pembicaraan dengan panitia, pihak SMP Negeri 19 Ambon akhirnya menerima hasil pertandingan dengan baik. Tim juga tetap menunjukkan sikap sportif dengan menerima hasil kekalahan yang diperoleh.
Salah seorang guru SMP Negeri 19 Ambon yang enggan disebutkan namanya berharap panitia dapat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pertandingan, khususnya terkait pengawasan serta pengambilan keputusan perangkat pertandingan.
Menurutnya, perangkat pertandingan perlu lebih jeli dan profesional dalam menjalankan tugas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi pada pertandingan berikutnya.
“Harapannya panitia dapat lebih jeli memperhatikan jalannya perlombaan, sehingga ke depan tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini dan seluruh pertandingan dapat berjalan dengan baik serta sportif,” ujarnya.
Pertandingan tersebut menjadi perhatian karena selain menyajikan persaingan antar tim, pelaksanaan kompetisi juga diharapkan tetap menjunjung tinggi sportivitas, profesionalitas, dan fair play dalam setiap pertandingan. WM/yk)





