SMA Kristen YPKPM Ambon Gelar Soccer Robotic Competition, Michael Wattimena: Kita Harus Jadi Pemain Utama

Ambon, Wartamaluku.com – SMA Kristen YPKPM Ambon menggelar Soccer Robotic Competition (kompetisi sepak bola robot) dengan mengusung semangat menjunjung tinggi sportivitas, kerja sama tim, dan inovasi teknologi.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (30/10/2026) tersebut diikuti 54 peserta dari berbagai sekolah di Kota Ambon.
Ketua Komite SMA Kristen YPKPM Ambon, Dr. Michael Wattimena, SE, SH, MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kompetisi tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah untuk mendorong pengembangan minat dan bakat siswa, khususnya di bidang robotika dan teknologi.

Menurutnya, perkembangan dunia saat ini berlangsung sangat cepat, terutama dalam bidang robotika dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Karena itu, generasi muda tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menciptakan inovasi yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Di tengah perubahan dunia yang begitu cepat, kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain utama, bahkan menjadi pencipta teknologi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Michael.

Mantan Anggota DPR-RI ini mengapresiasi prestasi siswa SMA Kristen YPKPM Ambon yang sebelumnya mengikuti kompetisi robotika di Malaysia dan berhasil membawa pulang medali perak pada kategori maze solving serta medali perunggu pada kategori proyek robotika kreatif.
Wattimena berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi peserta untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani menghasilkan karya-karya inovatif.

Menurutnya, kompetisi Soccer Robotic dengan format two on two bukan sekadar pertandingan permainan sepak bola menggunakan robot, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya kerja sama, strategi, disiplin, dan kemampuan menyelesaikan masalah.

Dalam kompetisi tersebut, setiap tim harus mampu bekerja sama untuk mengendalikan robot dan mencetak gol ke gawang lawan. Hal ini menjadi gambaran bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga kekompakan tim.
“Kesuksesan tidak datang hanya karena kita memiliki mimpi, tetapi harus disertai keberanian, disiplin, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar. Jangan pernah takut gagal. Kalau hari ini belum berhasil, maka perbaiki dan coba lagi,” pesannya kepada para peserta.
Lebih lanjut, Wattimena mendorong para siswa agar tidak hanya bermimpi menjadi juara dalam kompetisi, tetapi juga memiliki cita-cita besar untuk menciptakan teknologi robotika yang sesuai dengan potensi dan karakteristik daerah Maluku.

Menurutnya, sebagai daerah kepulauan, Maluku membutuhkan inovasi teknologi yang dapat mendukung berbagai sektor, seperti kemaritiman, perikanan, pertanian, kehutanan, hingga kesehatan.
Ia juga menyampaikan harapan agar pelaksanaan kompetisi tersebut dapat ditingkatkan skalanya pada tahun mendatang, bertepatan dengan perayaan 70 tahun SMA Kristen YPKPM Ambon.
Selain itu, Michael mengusulkan agar panitia menyediakan piala bagi juara I, II, III, juara harapan, serta kategori top score, sehingga setiap prestasi peserta memiliki kenang-kenangan yang dapat menjadi bagian dari sejarah penyelenggaraan kompetisi tersebut.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Kristen YPKPM Ambon, Donald Diaz, mengatakan bahwa pelaksanaan Soccer Robotic Competition merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan secara terbuka bagi sekolah-sekolah di Kota Ambon.

Menurutnya, antusiasme peserta dari berbagai sekolah cukup tinggi. Berdasarkan data panitia, sebanyak 54 peserta ambil bagian dalam kompetisi tersebut, terdiri dari 28 peserta internal SMA Kristen YPKPM Ambon dan 26 peserta dari sekolah lain.

Dijelaskan, kompetisi ini sengaja diawali dengan kategori Soccer Robotic karena pihak sekolah ingin memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengenal dan memahami dunia robotika secara bertahap sebelum nantinya dikembangkan ke tingkat pemrograman yang lebih kompleks.

“Untuk tahap pertama ini, kami melaksanakan Soccer Robotic yang bersifat permainan. Namun, di dalamnya terdapat banyak unsur edukasi, terutama kerja sama tim, strategi, dan kemampuan berkompetisi secara sportif,” jelasnya.

Dikatakan, penyelenggaraan kompetisi tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah memperkenalkan perkembangan teknologi robotika kepada para pelajar SMP dan SMA di Kota Ambon.

Donald mengakui, ketika rencana kegiatan ini disampaikan kepada sejumlah sekolah, masih terdapat kepala sekolah dan guru yang belum terlalu memahami konsep Soccer Robotic. Karena itu, pihaknya berharap kompetisi ini dapat menjadi sarana pengenalan sekaligus mendorong semakin banyak sekolah untuk mengembangkan pembelajaran robotika.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Komite SMA Kristen YPKPM Ambon, pengurus yayasan, serta para alumni yang selama ini memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan dan robotika di sekolah tersebut.

Menurutnya, pengembangan robotika semakin relevan seiring masuknya materi coding dan kecerdasan artifisial dalam kurikulum pendidikan nasional.
Untuk itu, pada perayaan 70 tahun SMA Kristen YPKPM Ambon tahun mendatang, pihak sekolah berencana mengembangkan kegiatan tersebut melalui workshop atau sarasehan pendidikan robotika yang melibatkan sekolah-sekolah lainnya.

Donald berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan SMA Kristen YPKPM Ambon, tetapi juga dapat mendorong tumbuhnya minat dan kemampuan pelajar di Maluku dalam bidang teknologi.

Melalui kompetisi ini, SMA Kristen YPKPM Ambon ingin membangun ruang pembelajaran yang mendorong generasi muda untuk berani berinovasi, bekerja sama, serta memanfaatkan perkembangan teknologi bagi masa depan. (WM/yk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *