Ambon, Wartamaluku.com – Direktur Utama Bank Maluku-Malut, Syahrial Imbar, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung dan bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator dan pengawas sektor jasa keuangan, khususnya bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) Maluku dan Maluku Utara.
Pernyataan tersebut disampaikan Syahrial kepada awak media usai menghadiri acara pengukuhan pimpinan OJK yang baru di Ambon.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada pimpinan baru OJK Haramain Billady
serta apresiasi kepada kepemimpinan sebelumnya yakni Andi Muhammad Yusuf.
“Kami siap mendukung OJK sebagai regulator dan pengawas, khususnya bagi Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara. Tentunya kami siap bersinergi dan mendukung seluruh kebijakan OJK,” ujar Syahrial.
Ia berharap kerja sama yang telah terjalin baik pada masa kepemimpinan sebelumnya di bawah Andi Muhamad Yusuf dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan pada masa kepemimpinan yang baru.
“Kami mengharapkan kerja sama yang sudah terjalin dengan baik pada kepemimpinan sebelumnya bisa dilanjutkan lebih baik lagi bersama pimpinan yang baru,” katanya.
Menurut Syahrial, selama kepemimpinan sebelumnya, Bank Maluku-Malut berhasil mencatat sejumlah capaian positif, salah satunya terkait pemenuhan ketentuan permodalan sesuai regulasi OJK.
Dijelaskan, implementasi Kelompok Usaha Bank (KUB) yang dijalankan sejak 2020 telah terlaksana dengan baik sehingga permodalan Bank Maluku-Malut kini telah sesuai dengan ketentuan OJK.
Selain itu, pada triwulan I tahun ini, Bank Maluku-Malut juga mencatat pertumbuhan kinerja yang signifikan.
“Kita memiliki pertumbuhan aset sebesar 20 persen, pertumbuhan laba sekitar 10 persen secara year-on-year, dan tingkat efisiensi mencapai 68 persen, jauh di atas angka nasional,” ungkapnya.
Syahrial menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi dengan OJK demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ke depan bersama pimpinan yang baru kami akan terus berkolaborasi. Sebab tujuan kami hanya satu, yaitu memajukan perekonomian di Maluku dan Maluku Utara untuk Maluku pung bae,” tutupnya. (WM/yk)





