Tahun 2025, Perekonomian Maluku diprediksi Tetap Tumbuh Positif

Ambon, Wartamaluku.com – Perekonomian Provinsi Maluku terus menunjukkan pertumbuhan yang solid pada triwulan IV 2024. Berdasarkan data terbaru, ekonomi Maluku tumbuh sebesar 6,53% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 6,24% (yoy). Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,02% (yoy) pada periode yang sama.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Maluku pada tahun 2024 tercatat sebesar 5,34% (yoy), naik dari tahun sebelumnya yang hanya 5,21% (yoy). Dari sisi lapangan usaha (LU), pertumbuhan ini terutama didukung oleh LU Administrasi Pemerintahan, yang dipengaruhi oleh peningkatan realisasi belanja APBN.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Maluku didorong oleh meningkatnya Konsumsi Rumah Tangga (RT), yang dipicu oleh berbagai faktor, seperti perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, pemilihan kepala daerah serentak, serta berbagai agenda seremonial seperti wisuda perguruan tinggi. Faktor-faktor ini turut mendorong pertumbuhan LU Perdagangan Besar dan Eceran.

Pada tahun 2025, perekonomian Maluku diprediksi tetap tumbuh positif dengan rentang 4,18%–5,18% (yoy). Hal ini disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Rakhmat Pratama yang didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Mohamad Latif dan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Dicky R Afryanto dalam kegiatan Desiminasi laporan perekonomian provinsi Maluku dan temu media di Santika hotelKamis (13/3/2025).

Dikatakan, Pertumbuhan ini terutama akan didukung oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, yang diharapkan tetap kuat berkat daya beli masyarakat yang terjaga. Faktor utama yang mendukung konsumsi ini adalah kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Maluku sebesar 6,5%.

Dari sisi sektoral, pertumbuhan ekonomi Maluku 2025 diperkirakan ditopang oleh peningkatan Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (PKP), didukung oleh stabilnya permintaan dari negara mitra utama. Selain itu, penerapan kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) juga dinilai dapat mendorong pertumbuhan sektor ini serta memicu pembangunan industri pendukung di sekitar pelabuhan utama Maluku.

Pada Februari 2025, Maluku mencatat inflasi sebesar 1,33% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 0,76% (yoy). Meski demikian, inflasi sepanjang 2025 diprakirakan tetap berada dalam target 2,5% ±1% (yoy). Beberapa faktor yang dapat mendorong inflasi antara lain ketidakpastian global, yang meningkatkan harga emas sebagai aset safe haven, serta naiknya harga komoditas global seperti gandum dan minyak sawit mentah (CPO). Namun, realisasi produksi pangan domestik yang tinggi diprediksi dapat membantu menahan laju inflasi.

Untuk menjaga stabilitas inflasi, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi dan inovasi dalam pengendalian harga bahan pangan. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

“Gerakan Pasar Murah, untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di berbagai wilayah.

Pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPID, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, guna memastikan stabilisasi pasokan menjelang HBKN Ramadan dan Idul Fitri.

Sidak Pasar dan Pemantauan Neraca Pangan Strategis, untuk menjamin ketersediaan stok dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan pertumbuhan ekonomi Maluku tetap positif dan inflasi dapat terjaga dalam batas yang wajar”. (**).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *