Tampil Gemilang, SMPN 19 Ambon Raih Juara 2 dan Melaju ke Tingkat Kota

Ambon, Wartamaluku.com – SMP Negeri 19 Ambon kembali menorehkan prestasi dalam ajang Festival Ukulele Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Dalam festival yang digelar untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, sekaligus mendorong generasi muda melestarikan budaya lokal tersebut, SMPN 19 Ambon berhasil meraih Juara 2.

Prestasi ini sekaligus mengantarkan SMPN 19 Ambon melaju ke babak final dan berhak mewakili Kecamatan Nusaniwe pada Festival Ukulele tingkat Kota Ambon.

Kepala SMPN 19 Ambon, Novy Gaspersz, mengatakan pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah. Pasalnya, keikutsertaan tahun ini merupakan kali kedua SMPN 19 Ambon dalam Festival Ukulele.

“Ini untuk kedua kalinya SMPN 19 ikut dalam ajang ini. Tahun kemarin kami juara 3, dan tahun ini juara 2. Kami berhak maju ke babak final mewakili Kecamatan Nusaniwe untuk Festival Ukulele Kota Ambon,” ujar Novy kepada wartawan di Katolik Center, Kamis (13/8/2026).

Menurut Novy, prestasi tersebut menunjukkan kemampuan, antusiasme, dan semangat para siswa dalam mengembangkan bakat di bidang seni musik. Meskipun waktu latihan relatif singkat, para siswa mampu memberikan penampilan terbaik di hadapan dewan juri.

“Kami bangga dengan anak-anak. Walaupun kami berlatih tidak lama, tetapi dengan antusias dan keterampilan yang mereka tunjukkan, anak-anak mampu meraih prestasi,” katanya.

Ia menambahkan, pihak sekolah akan melakukan persiapan lebih matang untuk menghadapi Festival Ukulele tingkat Kota Ambon. Evaluasi terhadap penampilan sebelumnya akan dilakukan guna meningkatkan kemampuan dan kualitas penampilan para siswa.

“Kami siap maju ke tingkat kota. Harapannya, prestasi ini terus meningkat dan anak-anak bisa memberikan yang terbaik,” pungkasnya.

Festival Ukulele tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas, mempererat kebersamaan, serta ikut menjaga dan melestarikan musik ukulele sebagai bagian dari kekayaan budaya Maluku. (WM/yk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *