Ambon, Wartamaluku.com – Dinas Pendidikan Kota Ambon memastikan kesiapan pelaksanaan Tes Kompetensi Nasional (TKN) yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji wacana integrasi Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) guna meningkatkan efisiensi serta akurasi pemetaan mutu pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, F. Tasso, menyampaikan bahwa proses pendaftaran TKA bagi siswa kelas VI SD dan kelas IX SMP telah dibuka sejak 19 Januari dan akan berlangsung hingga 28 Februari 2026. Hal itu disampaikan Tasso kepada awak media di RTP Wainitu, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, pelaksanaan TKN secara nasional dibagi dalam empat gelombang, sementara untuk wilayah Indonesia Timur difokuskan pada tiga gelombang. Di tingkat daerah, Dinas Pendidikan Kota Ambon telah melakukan berbagai persiapan teknis, termasuk pelatihan operator sekolah dan kepala sekolah yang digelar pekan lalu di salah satu hotel di Ambon.
“Hari pertama pelatihan diikuti seluruh operator sekolah, dan hari kedua kepala sekolah. Ini bagian dari kesiapan teknis pelaksanaan ujian,” ujarnya.
Untuk tahapan pelaksanaan, simulasi TKA tingkat SMP dijadwalkan pada 23 Februari hingga 1 Maret 2026, disusul simulasi tingkat SD pada 2 hingga 8 Maret 2026. Selanjutnya, tahap gladi bersih atau persiapan final akan dilaksanakan pada 9 hingga 17 Maret 2026.
Adapun pelaksanaan TKA untuk SMP berlangsung pada 6 hingga 16 April 2026, sedangkan TKA tingkat SD dijadwalkan pada 20 hingga 30 April 2026. Seluruh proses asesmen dilaksanakan berbasis komputer, menggunakan sistem yang sama dengan ANBK.
Tasso menjelaskan, saat ini pemerintah pusat juga tengah mempertimbangkan integrasi AN dan TKA. Secara teknis, kedua sistem masih menggunakan server yang berbeda dan memiliki perbedaan pada peserta ujian.
Pada AN, peserta ditentukan secara sampel, seperti siswa kelas V SD dan kelas VIII SMP. Sementara pada TKA, seluruh siswa kelas akhir menjadi peserta, yakni kelas VI SD dan kelas IX SMP.
Jika integrasi diterapkan, maka seluruh siswa peserta TKA otomatis mengikuti AN. Dengan demikian, sampel akan sama dengan populasi sehingga tingkat kesalahan (error) menjadi lebih kecil dan hasil pemetaan mutu pendidikan dapat diukur lebih signifikan.
Meski TKA tidak bersifat wajib, Dinas Pendidikan Kota Ambon mendorong seluruh sekolah untuk berpartisipasi agar memiliki nilai laporan akademik.
Menurut Tasso, hasil TKA nantinya diterbitkan dalam bentuk sertifikat yang dapat digunakan sebagai salah satu syarat Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Nilai TKA siswa kelas VI SD dapat dimanfaatkan saat mendaftar ke SMP, sedangkan nilai TKA kelas IX SMP dapat digunakan untuk pendaftaran ke SMA Negeri.
“Kami mengarahkan seluruh kepala sekolah di Kota Ambon agar partisipasi mencapai 100 persen. Perlu komunikasi dengan orang tua agar memahami manfaatnya,” tegas Tasso.
Dari sisi pembiayaan, sekolah diperbolehkan mengalokasikan anggaran dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah Kota Ambon juga akan menyurati PLN dan Telkom menjelang pelaksanaan ujian guna memastikan kestabilan listrik dan jaringan internet.
Saat ini, masih terdapat sejumlah sekolah yang belum mendaftar dan proses pendaftaran terus berlangsung. Dengan berbagai persiapan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Ambon berharap pelaksanaan TKN April 2026 dapat berjalan lancar serta berkontribusi pada peningkatan mutu dan pemetaan kualitas pendidikan di Kota Ambon. (WM/yk).
