Unpatti Ambon Terima Layanan Kebahasaan

Unpatti Ambon Terima Layanan Kebahasaan

Ambon,Wartamaluku.com- Plt. Kepala Laboratorium Bahasa Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Maria M. Nikijuluw, S.Pd, M.A menyatakan Laboratorium Bahasa menerima layanan kebahasaan baik Bahasa Indonesia maupun Bahasa Asing bagi mahasiswa, dosen dan masyarakat pada Januari 2017.

“Bagi yang membutuhkan layanan kebahasaan baik Bahasa Indonesia maupun Bahasa Asing dapat menghubungi Laboratorium Bahasa Unpatti untuk kebutuhan Penerjemahan Bahasa Inggris – Bahasa Indonesia atau sebaliknya, dan untuk mengikuti kelas Kursus Bahasa Asing baik Inggris (TOEFL), Belanda, Jerman, Spanyol,” katanya di Ambon.

Dijelaskan lebih lanjut, Mahasiswa, Dosen dan masyarakat dapat mulai mendaftarkan diri untuk kelas kursus Bahasa Asing di atas yang akan dimulai pada Januari 2017.

Dia bertekad untuk menyempurnakan layanan-layanan Laboratorium Bahasa untuk dapat lebih menyentuh kebutuhan kebahasaan dalam lingkup Universitas Pattimura secara khusus dan bagi masyarakat Maluku secara umum.

Peminat program kursus dan layanan lainnya dapat mendaftarkan diri pada Eugenie (08114792358), Caroline (082248625483), atau langsung datang ke Laboratorium Bahasa Universitas Pattimura, Kampus Poka, Ambon

Sekedar diketahui, Keberadaan Laboratorium Bahasa dalam lingkup Universitas Pattimura mengalami kevakuman sejak periode konflik 1999 yang lalu. Pada tahun 2016, Laboratorium Bahasa digairahkan kembali, dengan melakukan pengadaan alat-fasilitas pendukung dan merevitalisasi program-program layanannya.

Untuk itulah, diadakan Seminar Pemantapan Program Layanan Laboratorium Bahasa dan Kelas Kursus Bahasa Asing (Bahasa Inggris, Jerman, Belanda dan Spanyol) pada tanggal 22 Desember 2016 lalu di Gedung Laboratorium Bahasa Universitas Pattimura.

Acara seminar sehari ini dihadiri oleh Wakil Rektor bidang Kerjasama, Perencanaan dan Sistem Informasi Prof. Ir. J. W. Mosse, M.Sc, P.hD yang mewakili rektor untuk memberikan sambutan pembukaan seminar.

Dalam sambutannya untuk membuka secara resmi acara seminar menyebutkan bahwa “Bahasa adalah jendela dan kunci Dunia sebagaimana Buku adalah jendela pengetahuan akan dunia yang lebih luas”.

Dia menyebutkan pentingnya penguasaan Bahasa Asing untuk eksplorasi ilmu, mengejar beasiswa, baik dalam maupun luar negeri, mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dan masih banyak lagi.

“Diharapkan program-program layanan Laboratorium Bahasa dapat membantu mempersiapkan mahasiswa, dosen dan lulusan universitas yang mumpuni dalam bidang Bahasa untuk dapat bersaing secara global,” kata Mosse.

Tujuan penyelenggaraan seminar sehari ini adalah untuk mensosialisasikan program layanan Laboratorium Bahasa kepada stakeholders dan masyarakat serta untuk mendapatkan feedback dan saran dari peserta mengenai pemantapan program layanan dan kursus-kursus Bahasa yang akan dijalankan.

Kegiatan Seminar sehari diawali dengan sesi overview layanan Laboratorium yang dibawakan oleh Sekretaris Laboratorium Bahasa, Dr. Mariana Lewier, S.S, M.Hum yang dalam pemaparannya memberikan gambaran menyeluruh program-program, tantangan serta inovasi yang dilakukan.

Pemaparan overview ini kemudian dijabarkan secara rinci dalam sesi khusus untuk tiap layanan. Pada sesi selanjutnya Koordinator Bidang Layanan Umum Laboratorium Bahasa, Helena Rijoly, S.Pd, M.A.Elt memaparkan tentang Layanan Terjemahan yang ditawarkan yaitu penerjemahan abstrak, artikel jurnal internasional, dokumen, ijazah dll bersama dengan biaya, prosedur dan langkah strategis pengembangan layanan ke depan.

Sesi berikutnya adalah pemaparan program Kelas Kursus Bahasa Jerman oleh Dr. I. C. Tamaela, M.Pd, program kursus Bahasa Spanyol oleh Spanish native speaker yang juga nantinya merupakan instruktur kursus, ibu Claudia dan Jessica, keduanya berasal dari Kolombia, program kursus Bahasa Belanda oleh Dr. L. Tamaela, MA.

Pemaparan tiga program kursus Bahasa asing ini menyedot perhatian peserta terutama karena pemaparannya yang informatif, interaktif dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk ‘mencicipi’ Bahasa asing tersebut lewat lagu dan film.

Sesi berikutnya adalah sesi tentang Pemantapan Kelas Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) oleh Koordinator BIPA yaitu Bapak Falantino Latupapua, S,Pd, M.A.

Dalam pemaparannya Latupapua jelaskan, Program BIPA adalah singkatan dari program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing. Dengan demikian program BIPA dikhususkan bagi mahasiswa internasional yang ingin mempelajari Bahasa Indonesia.

“Saat ini Universitas Pattimura lewat program BIPA telah memiliki 1 orang mahasiswa internasional asal Columbia yang telah berada dan mempelajari Bahasa Indonesia sejak 3 bulan yang lalu,” katanya.

Mahasiswa Internasional tersebut, lanjut dia, juga turut berpartisipasi dalam seminar ini dengan sebagai moderator dan juga membagi pemikiran dan pengalamannya dalam belajar Bahasa Indonesia. Presentasinya ini dilakukan dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang telah ternyata sudah sangat baik.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku, Asrif juga turut memberikan materi tentang Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang merupakan salah satu program aktif Kantor Bahasa. UKBI sendiri saat ini telah menggunakan instrumen baru yang mengukur secara objektif kemahiran berbahasa Indonesia secara produktif dan reseptif.

Menurut Asrif, Bagi yang masih awam, dapat dikatakan bahwa UKBI ini adalah test TOEFL untuk Bahasa Indonesia. Instrumen UKBI saat ini aktif digunakan bersama dengan Laboratorium Bahasa untuk mendukung program BIPA sebagai tes penempatan atau test awal untuk mengukur kemampuan Bahasa Indonesia dari mahasiswa asing.

Pada penutupan seminar Wakil Rektor bidang Kerjasama, Perencanaan dan Sistem Informasi Prof. Ir. J. W. Mosse, M.Sc, P.hD menegaskan kembali pentingnya fungsi Laboratorium Bahasa dalam lingkup Universitas Pattimura dan secara luas kepada masyarakat Maluku, mendukung staff Laboratorium Bahasa dalam program layanannya serta memotivasi peserta seminar untuk mengikuti kelas-kelas Bahasa Asing yang ditawarkan.

Related posts