Ambon,Wartamaluku.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru menjadi kunci utama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan mencetak sumber daya manusia unggul di era transformasi digital. Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Terpujilah GURU yang diselenggarakan oleh Telkomsel di Ambon, Rabu, (10/6/2026).
Dalam sambutannya, Wattimena menyampaikan apresiasi kepada Telkomsel yang telah memilih Kota Ambon sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para guru di Kota Ambon dan wilayah sekitarnya untuk meningkatkan kapasitas serta memperluas wawasan terkait perkembangan teknologi dan dunia pendidikan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi utama bagi masa depan bangsa. Karena itu, selain dukungan sarana dan prasarana serta kurikulum yang tepat, kualitas guru dan tenaga kependidikan menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan.
“Guru memiliki peran sentral dalam dunia pendidikan. Anak-anak belajar dari apa yang dimiliki guru. Jika guru berkualitas, kompeten, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, maka peserta didik juga akan memiliki kompetensi yang baik, baik dari sisi literasi, numerasi maupun karakter,” ujarnya.
Wattimena menjelaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam era transformasi digital yang berkembang sangat cepat. Kehadiran teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), telah mengubah berbagai aspek kehidupan. Namun, menurutnya, teknologi tidak dapat menggantikan peran guru dalam membentuk karakter, etika, dan nilai-nilai kebangsaan generasi muda.
Karena itu, program Terpujilah GURU dinilai sangat strategis karena tidak hanya memperkuat kemampuan digital para pendidik, tetapi juga membantu guru memahami tantangan dan peluang yang muncul akibat perkembangan teknologi.
Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi membawa dampak positif sekaligus tantangan. Salah satunya adalah potensi tergerusnya nilai-nilai budaya dan karakter generasi muda akibat penggunaan teknologi yang tidak terkontrol. Untuk itu, guru dituntut memahami perkembangan teknologi agar dapat membimbing siswa menggunakan teknologi secara bijak.
“Anak-anak harus mampu menguasai teknologi, tetapi tetap memiliki karakter, etika, rasa hormat kepada sesama, dan kecintaan kepada tanah air. Guru harus menjadi agen perubahan yang mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengajak para peserta memanfaatkan kegiatan sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, dan membangun kolaborasi guna meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku. Ia menekankan bahwa kemajuan bangsa lebih ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya dibandingkan kekayaan sumber daya alam semata.
Selain itu, Wattimena mengapresiasi komitmen Telkomsel yang dinilainya tidak hanya berfokus pada layanan telekomunikasi, tetapi juga aktif menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui program-program yang mendukung pengembangan pendidikan dan masyarakat.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh guru untuk terus semangat meningkatkan kompetensi dan percaya diri menghadapi generasi muda yang semakin akrab dengan teknologi digital.
“Melalui kolaborasi seluruh pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan para pendidik, kita dapat mempersiapkan generasi yang mampu bersaing di era digital sekaligus memiliki identitas kebangsaan yang kuat, semangat gotong royong, dan komitmen untuk membangun bangsa dan negara,” pungkasnya. (WM/yk)





