Ambon, Wartamaluku.com – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menargetkan setiap desa, negeri, dan kelurahan di Kota Ambon memiliki 2 hingga 4 unit bank sampah sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Bodewin usai menghadiri kegiatan Ecolife Kolaborasi sekaligus meresmikan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ECOLIFE bertajuk “Merdeka dari Sampah” di Pattimura Park, Senin (11/5).
Menurutnya, keberadaan bank sampah hingga tingkat unit akan membantu proses pemilahan dan pengelolaan sampah langsung dari sumbernya, sehingga tidak seluruh sampah harus dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) maupun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
“Nanti di seluruh desa, negeri, dan kelurahan di Kota Ambon akan ada bank sampah hingga ke tingkat unit. Kalau sudah ada bank sampah unit, berarti kita sudah bisa memilah sampah langsung dari sumbernya,” ujar Bodewin.
Ia menjelaskan, sistem tersebut nantinya akan berjalan secara terintegrasi antara bank sampah unit dengan bank sampah induk, sehingga pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih efektif dan terorganisir.
“Nanti di setiap desa, negeri, dan kelurahan akan disediakan 2 sampai 4 unit bank sampah. Dengan jumlah tersebut, sampah sudah bisa terpilah dan dikelola dengan baik sejak dari lingkungan warga,” jelasnya.
Bodewin juga mengimbau masyarakat agar mendukung program tersebut dengan mulai membiasakan memilah sampah dari rumah tangga masing-masing. Menurutnya, langkah sederhana itu akan sangat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
“Kalau masyarakat bisa mulai memilah sampah langsung dari rumah tangga, itu jauh lebih baik lagi. Semakin awal dipilah, semakin mudah pengelolaannya, dan lingkungan kita pun akan semakin bersih,” tegasnya.
Program pengembangan bank sampah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang teratur, berkelanjutan, serta mendukung visi Ambon sebagai kota yang bersih dan “merdeka dari sampah.” (WM/yk)





