DPRD Maluku Ingin Pelayaran Masuk dan Keluar Maluku dihentikan

Ambon, Wartamaluku.com – Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Indonesia semakin memprihatinkan. Bahkan, di Provinsi Maluku sendiri sudah ada lagi yang positif berdasarkan hasil tes cepat atau menggunakan Rapid Test Covid-19.

Olehnya itu, Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Maluku meminta perhatian soal arus transportasi laut atau kapal yang berlayar ke Maluku.

“Apakah harus distop sementara atau berlayar dengan pengawasan ketat. Tadi kalau kita ikuti kecenderungan anggota DPRD maka semuanya ingin agar seluruh pelayaran distop dulu kecuali kapal barang,” Demikian dikatakan Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury kepada wartawan diruang kerjanya, Senin (06/04/2020).

Menurutnya, manusia butuh makan, minum, logistik manusia harus dipenuhi.
Dalam rangka itu maka DPRD Maluku telah memberikan perhatian khusus soal ketersediaan sembako di masyarakat.
“Juga stabilitas harga barang jangan sampai melonjak hingga menyusahkan masyarakat. Apa yang dibicarakan telah menjadi kesepakatan dewan dan akan disampaikan ke Pemda Maluku dan Gugus Tugas Provinsi Maluku hanya semata-mata untuk kepentingan masyarakat di daerah ini,” ungkapnya.

Untuk itu, dikatakan Wattimury, Bamus DPRD desak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku dengan mengambil langkah yang terukur, cepat dan tepat dalam menangani pelabuhan ataupun bandara agar tidak terjadi orang masuk keluar.

“Kami tahu hal ini telah dilakukan tapi kedapatan bahwa orang dari luar yang membawa virus ini ke Maluku. Ini juga pertanda bahwa kita belum mendeteksi secara baik,” tegasnya.

Dikatakan, DPRD Maluku telah sepakat agar seluruh pelayaran yang masuk ke Maluku dikaji secara objektif, bila perlu lakukan penundaan pelayaran untuk sementara.

“Ternyata orang dari luar yang membawa virus corona dan di Provinsi Maluku melalui pelabuhan laut juga termasuk Bandara Pattimura. Kami telah sepakat untuk menyurati Pemda Maluku dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, paling terlambat surat akan dikirim besok, Selasa (07/04/2020).

Untuk diketahui, berdasarkan hasil tes cepat atau menggunakan Rapid Test Covid-19 pasangan suami-istri beserta anak di Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi dinyatakan positif terpapar Corona virus Disease 19 (Covid-19). (**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *