Gempa 4,9 SR Guncang Amalatu SBB, Muhajirin Minta Pemda Segera Bertindak

Ambon, Wartamaluku.com – Gempa bumi berkekuatan 4,9 Skala Richter mengguncang wilayah Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Jumat (4/7/2025) pukul 22.59 WIT. Getaran kuat tersebut memicu kepanikan warga di Desa Latu, Tomalehu, dan Hualoy yang segera mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episenter gempa terletak di darat, sekitar 5 kilometer barat laut Amalatu, tepatnya pada koordinat 3.4 LS dan 128.64 BT dengan kedalaman 2 kilometer. Gempa ini tercatat sebagai yang terkuat sejak rangkaian gempa yang mulai terjadi pada 22 Juni lalu.

Wakil Sekretaris DPW PKB Maluku, Muhajirin Syukur Maruapey, menyoroti kondisi masyarakat yang saat ini membangun tenda-tenda pengungsian secara darurat dengan perlengkapan seadanya. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta dinas-dinas terkait untuk segera bertindak cepat.

“Pemerintah daerah harus segera turun tangan merespon kondisi di Kecamatan Amalatu. Masyarakat sangat membutuhkan bantuan logistik dan penanganan darurat,” ujar Muhajirin, Sabtu (5/7/2025).

Ia juga menambahkan bahwa ratusan rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa, mulai dari dinding yang retak hingga bangunan yang roboh. Kondisi ini memperparah situasi, terutama karena belum ada penanganan maksimal pasca-gempa sebelumnya.

Lebih lanjut, Muhajirin menekankan pentingnya edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat. “Pemerintah harus mulai mengedukasi masyarakat sejak dini agar mereka memahami risiko bencana, memiliki kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan, serta tahu langkah-langkah penanggulangan yang tepat,” jelasnya.

Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa, namun situasi di lapangan masih rawan, dan masyarakat terus berada dalam kondisi siaga menghadapi potensi gempa susulan. (WM/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *