Genangan Saat Hujan dan Pasang di A.Y.Patty, Pemkot Ambon Bakal Gandeng BWS Maluku Siapkan Infrastruktur Pengendali

Ambon, Wartamaluku.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan menggandeng Balai Wilayah Sungai Maluku untuk menangani persoalan genangan air yang kerap terjadi di kawasan Jalan A.Y. Patty, Kota Ambon.

Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, mengatakan banjir di kawasan tersebut bukan persoalan baru. Peristiwa serupa, kata dia, telah terjadi sejak dekade 1980-an dan terus berulang hingga saat ini.
“Banjir di A.Y. Patty ini bukan baru hari ini. Sejak tahun 80-an sudah terjadi. Jadi ini masalah lama yang terus berulang,” ujar Bodewin di Balai Kota Ambon, Jumat (20/2/2026).

Ia menjelaskan, secara teknis genangan terjadi karena sistem drainase di Ambon seluruhnya bermuara ke laut. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi bersamaan dengan kondisi air laut pasang, air tidak dapat mengalir keluar sehingga tertahan di saluran dan meluap ke badan jalan.

“Semua saluran pembuangan kita bermuara ke laut. Kalau hujan deras dan air laut pasang, air tidak bisa keluar. Jadi harus menunggu air surut dulu baru bisa kering,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut kerap disebut sebagai banjir, padahal genangan lebih disebabkan oleh tertahannya aliran air akibat pasang laut yang menutup jalur pembuangan.

Sebagai langkah penanganan jangka panjang, Pemkot Ambon telah berkoordinasi dengan BWS Maluku dan pihak terkait lainnya untuk merancang pembangunan kolam retensi yang dilengkapi sistem pompa air. Lahan pembangunan direncanakan berada di kawasan belakang Pasar Lama.

“Solusinya adalah membangun kolam retensi dengan sistem pompa. Begitu air naik, bisa langsung dipompa keluar,” katanya.

Sistem pompa tersebut nantinya akan difungsikan untuk membuang air secara aktif saat hujan deras terjadi bersamaan dengan air laut pasang, sehingga genangan dapat diminimalisir.

Namun demikian, realisasi pembangunan kolam retensi itu masih menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui BWS Maluku. Pemerintah kota berharap kolaborasi tersebut dapat mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, sehingga persoalan genangan di kawasan A.Y. Patty dapat segera teratasi. (WM/yk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *