Sawai, Wartamaluku.com –
Maluku Tengah,Wartamaluku.com — Dengan semangat “Satu Darah, Satu Harapan”, ketua konsorsium pemekaran seram utara raya Rusdi Pontoh menyuarakan seruan perdamaian kepada warga Desa Sawai, Masihulan, dan Rumaolat yang beberapa waktu terakhir dilanda ketegangan akibat konflik antarwilayah.
Rusdi mengajak semua pihak untuk kembali mengingat bahwa ketiga desa memiliki akar sejarah dan budaya yang sama.
“Kita berasal dari satu darah yang sama, satu tanah, dan satu harapan. Jangan biarkan perbedaan sesaat memutus tali persaudaraan yang telah terjalin turun-temurun,” tegas Rusdi dalam pidatonya.
Ia menekankan bahwa konflik bukanlah jalan keluar, dan justru akan melukai generasi muda yang seharusnya tumbuh dalam damai dan persatuan.
Rusdi juga mendorong dilakukannya dialog terbuka, musyawarah adat, dan pemulihan hubungan sosial sebagai langkah awal membangun kembali kepercayaan antarwarga.
“Satu luka di antara kita adalah luka bersama. Tapi begitu juga harapan untuk kembali bersatu, membangun desa kita lebih kuat,” tambah Rusdi,
Situasi di ketiga desa kini berangsur kondusif, namun masih diperlukan langkah-langkah lanjut dari aparat dan tokoh masyarakat agar rekonsiliasi dapat berlangsung menyeluruh dan berkelanjutan. (**).





