SMP 19 Ambon Dukung GAMAS, 80 Persen Siswa Diantar Ayah di Hari Pertama Sekolah

Ambon,Wartamaluku.com – SMP Negeri 19 Ambon mendukung penuh pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama pemerintah dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Program ini bertujuan memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak hari pertama masuk sekolah.

Kepala SMP Negeri 19 Ambon, Novy Gaspersz, mengatakan pelaksanaan GAMAS di sekolah yang dipimpinnya mendapat respons positif dari para orang tua. Bahkan, sekitar 80 persen siswa diantar langsung oleh ayah mereka pada hari pertama sekolah.

“Di SMP Negeri 19 Ambon, hampir 80 persen siswa diantar oleh ayah mereka ke sekolah. Ini menunjukkan tingginya partisipasi orang tua, khususnya ayah, dalam mendukung pendidikan anak,” kata Gaspersz, kepada wartawan di Ambon, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, gerakan tersebut selaras dengan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang mendorong keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak. Melalui program ini, ayah tidak hanya berperan sebagai kepala keluarga, tetapi juga menjadi teladan, pelindung, dan pendamping dalam perjalanan pendidikan anak.

Dalam pelaksanaan GAMAS di Kota Ambon, SMP Negeri 19 Ambon juga berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ambon sebagai “ayah pengganti” bagi tiga siswa yang telah kehilangan ayah karena meninggal dunia. Tiga personel Damkar ditugaskan untuk mendampingi dan mengantar para siswa tersebut ke sekolah.

Program ayah pengganti ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Pengendalian Penduduk Kota Ambon dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon sebagai bagian dari implementasi GAMAS di daerah.

“Damkar hadir sebagai ayah pengganti bagi siswa yang sudah kehilangan ayahnya. Di SMP Negeri 19 Ambon ada tiga siswa yang diwakili oleh tiga anggota Damkar sebagai ayah pengganti. Kami sangat mengapresiasi program ini karena memberikan perhatian dan dukungan moral kepada anak-anak yang membutuhkan sosok ayah,” ujarnya.

Novy menegaskan, seluruh insan pendidikan menyambut baik program tersebut karena memberikan pesan kuat bahwa tanggung jawab pengasuhan anak bukan hanya berada di pundak ibu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif ayah.

Karena itu, Ia berharap Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah tidak berhenti sebagai program seremonial pada tahun 2026, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang terus diterapkan di semua jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA.

“Kami berharap gerakan ini terus berlanjut sehingga kehadiran ayah dalam proses pendidikan anak benar-benar menjadi budaya. Peran seorang ayah sangat penting dalam membentuk karakter, memberikan teladan, dan mendampingi anak-anak selama menempuh pendidikan,” katanya. (WM/yk)

Pos terkait