Terkait Corona, DPRD Maluku Dukung Polri Usut Pelaku Penyebaran Hoax

Ambon, Wartanaluku.com – DPRD Provinsi Maluku mendukung sepenuhnya langkah kepolisian dalam mengusut pelaku penyebaran berita hoax terkait virus Corona. Demikian dikatakan ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury kepada wartawan di Ambon, Jumat, 20/3/2020.

Menurutnya, salah satu bahaya besar yang mengancam masyarakat terkait dengan virus Corona ini adalah berita hoax. Oleh karena itu berdasarkan hasil koordinasi Gubernur dengan forkopimda Provinsi Maluku dan juga berdasarkan informasi dari Kapolda Maluku serta Pangdam 16 Pattimura maka diputuskan untuk kepolisian segera mengambil langkah – langkah yang tepat Terarah terkait dengan penyebar berita bohong atau hoax.

“Karena itu, selaku DPRD Provinsi Maluku kami sangat mendukung sepenuhnya langkah yang telah diambil oleh pihak Kepolisian. Sebab kami tahu virus Corona ini telah membuat masyarakat merasa bingung adanya ketidakpastian informasi sangat berbahaya bagi masyarakat. Oleh karena itu, sampai kalau ada penangkapan dilakukan itu sudah sesuai dengan arahan gubernur dan sesuai dengan hukum yang berlaku”.

DPRD Maluku meminta pihak Polda Maluku memproses pelaku penyebaran berita hoax secara profesional. Dan juga harus lakukan pencegahan agar hal yang sama tidak terulang pada waktu – waktu yang akan datang.

“Kita ketahui bersama saat ini kantor-kantor diliburkan sekolah – sekolah diliburkan semua kegiatan masyarakat yang berkaitan yang bersifat berkumpul dengan banyak orang dihentikan itu berarti bahwa penyebar hoax ini tidak hati-hati maka akan membuat masyarakat lebih susah lagi”. Ungkapnya.

Menurut Wattimury, apa yang dilakukan oleh Kapolda Maluku, DPRD mendukung sepenuhnya dan men-support apa yang dilakukan mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi masyarakat sehingga tidak terulang hal serupa di waktu-waktu yang akan datang.

“kita mesti rasa prihatin dengan situasi yang sementara dialami oleh pemerintah oleh masyarakat kita musti rasa empati dengan orang-orang yang harus hidup dalam kebimbangan karena informasi yang menyesatkan. Kami berharap hal itu tidak lagi terjadi”. Tutur. (WM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *