Kelompok Ikan Bubara Terperangkap Di Sungai Batu Merah.

Ambon, Wartamaluku.com – Masyarakat yang berada di kawasan sekitar sungai Batu Mersh dikagetkan dengan kerumunan Ikan Bubara (Caranx sp) atau ikan kuwe yang masuk ke sungai dengan jumlah yang banyak dan ukuran yang besar.

Yusuf Wally anggota DPRD Kota Ambon yang kebetulan berada di lokasi sampaikan, Suasana menjadi ramai dan ribut menjelang berbuka puasa, tepatnya di sungai batu Merah. ikan bubara yang berukuran hampir satu meter, dapat ditangkap oleh masyarakat dengan enaknya menggunakan tangan, malah satu orang bisa langsung mengangkat dua ekor dari sungai, Ibarat Ikan bubara sedang mabuk, sehingga dengan mudahnya ditangkap tanpa perlawanan.Setelah saya tanyakan hal ini, ternyata ini suda terjadi sejak hari Kamis lalu sampai malam tadi(1/5/2021), dan kejadiannya sore menjelang malam.

Bagi masyarakat kota Ambon ikan ini menjadi kesukaan, sebagai ikan bakar yaitu salah satu lauk andalan. Ikan tersebut disukai warga dikota ambon karena lezat dengan tekstur daging yang lembut.

Biasanya, ikan bubara disajikan sebagai menu ikan bakar dan menjadi sajian khas di kota Ambon, saya kaget, saat sedang rapat dan mulai berbuka di kantor PKS Kota Ambon, ruko batu merah.banyak keributan diluat, ternya masyarakat berebut tangkap ikan bubara disungai.ucap Yusuf Wally,
“Ikan bubara dikenal dengan cita rasanya yang lezat dan dikenal luas khususnya dimasyarakat kota Ambon. Hampir secara umum restoran dan rumah makan di kota Ambon menyajikan ikan bakar bubara sebagai menu khas,” jbjakto, jelas aleg PKS ini.

Saat melihat gerombolan ikan bubara terperangkap masuk di sungai batu merah, semua masyarakat langsung berebutan lompat kesungai untuk menangkap ikan bubara, yang menjadi menarik adalah ikan ditangkap hanya dengan menggunakan tangan saja. Ikan bubara seyogyanya menjadi incaran para nelayan, sejauh ini, menurut kebutuhan ikan tersebut masih sangat bergantung pada hasil tangkapan di alam.

Saat ini banyak usaha nelayan budidaya di teluk baguala melakukan budidaya ikan bubara, tujuannya agar ketergantungan pasokan dari alam bisa terus berkurang. Ikan bubara memiliki pertumbuhan yang cepat, memiliki tingkat kelulushidupan (SR/survival rate) yang tinggi dan relatif tahan terhadap infeksi penyakit. Karakternya sebagai ikan pelagis dan sangat aktif menyebabkan ikan ini lebih adaptif terhadap pakan dan perubahan lingkungan.

Ketua PKS Kota Ambon ini, yang juga sarjana perikanan katakan, perlu ada terobosan baru untuk melakukan budidaya ikan bubara yang dapat difasilitasi Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon melalui pengembangan teknologi, agar produksi massal ikan bubara atau yang dikenal juga dengan nama ikan kuwe dapat ditingkatkan.

Setau saya selama ini petani budidaya membeli bibit ikan kuwe dari BPBL Ambon. Kesuksesan BPL Ambon membenihkan ikan kuwe secara massal melalui uji rekayasaya yang berhasil tersebut, menjadi terobosan penting dalam pemanfaatan varian jenis komoditas ikan yanh berguna bagi sektor perikanan budidaya.

Dengan kejadian sore menjelang malam tadi, perlu menjadi perhatian bahwa sedang terjadi pengaruh apa sehingga ikan bubara bisa bermain disungai batu merah. Tutup ketua PKS Kota Ambon Ini. (WM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *